PSM Makassar Manfaatkan Jeda Kompetisi, Uji Coba Jadi Pemanasan Hadapi Jadwal Padat Oktober

Journalist Independent
PSM Makassar Manfaatkan Jeda Kompetisi, Uji Coba Jadi Pemanasan Hadapi Jadwal Padat Oktober
PSM melakukan laga uji coba dengan PSM U-20

MAKASSAR – Jeda kompetisi Super League 2026/2027 tidak dilewati PSM Makassar dengan hanya berlatih. Tim Juku Eja memanfaatkan masa kosong pertandingan untuk menjaga ritme permainan sekaligus menguji kesiapan pemain melalui laga uji coba.

 

PSM Makassar menghadapi tim PSM U-20 di Stadion Kalegowa dalam pertandingan yang menjadi bagian dari program persiapan selama jeda kompetisi. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk tim senior.

 

Gala Pagamo menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian setelah mencetak dua gol. Dua gol lainnya disumbangkan Lars Veldwijk dan Abdul Rahman.

 

Hasil tersebut memberi gambaran bahwa intensitas latihan PSM tetap dijaga meski kompetisi sedang memasuki masa jeda. Bagi tim pelatih, pertandingan uji coba juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi pemain sekaligus menjaga sentuhan pertandingan.

 

Pelatih Darije Kalezic memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk mempersiapkan tim sebelum kompetisi kembali bergulir. Masa tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi sejumlah aspek permainan yang belum berjalan maksimal dalam tiga pertandingan awal.

 

PSM mengawali kompetisi dengan satu kekalahan dan dua hasil imbang. Dari tiga pertandingan tersebut, Juku Eja baru mengumpulkan dua poin.

 

Selain persoalan hasil, efektivitas permainan juga menjadi bagian yang perlu dibenahi. Organisasi pertahanan, perpindahan dari menyerang ke bertahan, serta koordinasi di area sisi kanan menjadi beberapa aspek yang relevan untuk diperbaiki dalam masa jeda.

 

Uji coba melawan PSM U-20 sekaligus memberi kesempatan kepada staf pelatih untuk melihat respons pemain terhadap materi latihan. Rotasi juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran sekaligus memberikan menit bermain kepada pemain yang membutuhkan.

 

Tantangan PSM akan semakin besar setelah jeda berakhir. Oktober menjadi bulan yang padat karena Juku Eja dijadwalkan memainkan lima pertandingan, dengan tiga di antaranya berlangsung di kandang lawan.

 

PSM terlebih dahulu menghadapi dua pertandingan tandang melawan PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta. Setelah itu, Juku Eja kembali ke kandang untuk menjamu Persebaya Surabaya.

 

Dua pertandingan berikutnya juga menjadi ujian karena PSM kembali harus bertandang menghadapi Bhayangkara FC sebelum menutup rangkaian pertandingan Oktober dengan laga kandang melawan Madura United.

 

Komposisi jadwal tersebut membuat masa jeda menjadi fase penting bagi PSM Makassar.

 

Selain menjaga kondisi fisik, tim perlu memastikan konsistensi permainan dan memperbaiki koordinasi antarlini sebelum menghadapi periode pertandingan yang lebih padat.

 

Kemenangan atas PSM U-20 menjadi bagian dari proses tersebut. Namun, ukuran sebenarnya dari hasil persiapan itu baru akan terlihat ketika PSM kembali menjalani pertandingan kompetitif dan mulai mengejar tambahan poin di Super League 2026/2027. (Way)