Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Jaga Harga Tetap Stabil

Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Jaga Harga Tetap Stabil.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kebijakan pemerintah menambah pasokan beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga beras nasional.

JAKARTA

Pemerintah menambah 1 juta ton beras SPHP untuk menjaga pasokan dan harga beras nasional. Tambahan pasokan itu berjalan bersama bantuan beras untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat atau KPM.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus memperkuat intervensi di pasar beras. Caranya melalui operasi pasar, bantuan pangan, dan penambahan beras SPHP.

“Kita sekarang operasi pasar, kemudian bantuan pangan untuk 33,24 juta orang seluruh Indonesia. Kemudian beras SPHP ada 1 juta tambahan. Sudah insya Allah harga beras turun,” kata Amran di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bantuan Beras untuk 33,24 Juta KPM

Pemerintah memberikan bantuan beras kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 sampai desil 4.

Setiap keluarga mendapat 10 kilogram beras per bulan. Bantuan tersebut sudah disalurkan dalam beberapa tahap sepanjang 2026.

Tahap pertama berlangsung pada Februari dan Maret. Tahap kedua berlangsung pada Juli hingga September.

Pemerintah kemudian memperpanjang program tersebut untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.

Bantuan beras ini menjadi salah satu cara pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut juga ditujukan untuk memastikan kebutuhan pangan keluarga penerima tetap terpenuhi.

Stok Beras Pemerintah 4,6 Juta Ton

Selain bantuan pangan, pemerintah menambah alokasi beras SPHP sebanyak 1 juta ton.

Sebelumnya, alokasi beras SPHP untuk 2026 ditetapkan sebesar 828 ribu ton. Pemerintah kemudian menambah pasokan karena penyaluran terus berjalan dan stok untuk program tersebut semakin berkurang.

Amran mengatakan stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 4,6 juta ton.

Pemerintah juga menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang. Kapasitas gudang yang disewa mencapai sekitar 2 juta ton.

“Kami sudah perintahkan Bulog. Berasnya banyak 4,6 juta ton hari ini. Kemudian kita sewa gudang kapasitas 2 juta ton. Sudah, beras aman,” ujar Amran.

Amran yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional mengatakan telah meminta Perum Bulog memperkuat pasokan beras ke berbagai jalur distribusi.

Menurut dia, stok yang cukup diperlukan agar pasokan beras tetap tersedia di pasar. Langkah itu juga diharapkan membantu menjaga harga tetap terkendali.

Harga Beras SPHP Sesuai Wilayah

Beras SPHP dijual dengan harga sesuai harga eceran tertinggi atau HET.

Untuk zona 1, harga beras SPHP ditetapkan Rp12.500 per kilogram. Wilayah ini mencakup Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Untuk zona 2, harga beras SPHP sebesar Rp13.100 per kilogram. Zona ini mencakup sebagian besar wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.

Sementara itu, harga beras SPHP untuk zona 3 ditetapkan Rp13.500 per kilogram. Wilayah zona ini mencakup Maluku dan Papua.

Pemerintah berharap tambahan beras SPHP dan penyaluran bantuan pangan dapat memperkuat pasokan beras di pasar.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga harga beras dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pangan dengan harga sesuai ketentuan. (*)