Jumlah Orang Super Kaya di Indonesia Capai 3.833 Orang

Journalist Independent
Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat (Foto: Property Report)
Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat (Foto: Property Report)

JAKARTA — Jumlah individu super kaya di Indonesia terus bertambah. Laporan The Wealth Report 2026 yang diterbitkan konsultan properti global Knight Frank mencatat 3.833 orang Indonesia masuk kategori ultra-high-net-worth individuals (UHNWI), yakni individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan Asia pada 2026.

Posisi tersebut menunjukkan pertumbuhan kelompok pemilik kekayaan sangat tinggi di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, Knight Frank mencatat 2.805 individu Indonesia berada dalam kategori UHNWI. Jumlah itu meningkat menjadi 3.833 orang pada 2026, atau bertambah sekitar 36,6 persen.

Pertumbuhan tersebut diperkirakan berlanjut hingga awal dekade berikutnya. Knight Frank memproyeksikan populasi UHNWI Indonesia mencapai 6.966 orang pada 2031. Jika dibandingkan dengan jumlah pada 2026, proyeksi tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 81,7 persen, atau hampir 83 persen.

Proyeksi itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan populasi UHNWI tercepat di dunia dalam periode 2026–2031 menurut pemodelan Knight Frank. Indonesia berada di atas Arab Saudi dan Polandia yang masing-masing diperkirakan tumbuh sekitar 63 persen, disusul Vietnam dan Australia dengan proyeksi pertumbuhan hampir 60 persen.

Meski demikian, kenaikan jumlah orang super kaya tidak otomatis menggambarkan pemerataan kesejahteraan seluruh penduduk. Data tersebut secara khusus mengukur kelompok individu berdasarkan kekayaan bersih, bukan pendapatan rata-rata masyarakat, tingkat kemiskinan, atau distribusi aset di Indonesia.

Apa yang Dimaksud dengan UHNWI?

Knight Frank menggunakan istilah ultra-high-net-worth individual untuk menyebut seseorang dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta. Kategori ini berbeda dari kelompok high-net-worth individual (HNWI), yang menurut definisi Knight Frank mencakup individu dengan kekayaan bersih minimal US$1 juta.

Kekayaan bersih secara umum mengacu pada nilai aset setelah dikurangi kewajiban atau utang. Karena itu, pengelompokan UHNWI tidak semata-mata berdasarkan besarnya gaji atau uang tunai yang dimiliki seseorang. Nilai kepemilikan bisnis, investasi, properti, dan aset lain dapat memengaruhi perhitungan kekayaan, sesuai metodologi yang digunakan dalam laporan tersebut.

Baca Juga  Gandeng Komunitas Lari, HiLo Kenalkan Dua Produk Protein Terbaru di Makassar

Knight Frank menyusun estimasi populasi kekayaan melalui Wealth Sizing Model. Perusahaan ini menggunakan model tersebut untuk memperkirakan jumlah individu dalam berbagai kelompok kekayaan di sejumlah negara dan wilayah. Metodologi lengkapnya tersedia melalui Knight Frank berdasarkan permintaan.

Dengan batas kekayaan yang tinggi, kelompok UHNWI merupakan bagian kecil dari populasi suatu negara. Namun, pergerakan jumlahnya menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk membaca perubahan konsentrasi kekayaan dan perkembangan kelompok pemilik modal dalam perekonomian.

China Masih Memimpin Jumlah Orang Super Kaya

Di Asia, China menempati posisi teratas dengan 121.677 individu UHNWI pada 2026. Jumlah tersebut jauh melampaui negara lain dalam daftar Knight Frank, bahkan lebih dari enam kali populasi UHNWI India yang berada di urutan kedua.

India mencatat 19.877 individu, disusul Jepang dengan 18.914 orang. Singapura berada di peringkat keempat dengan 7.171 orang, sementara Hong Kong SAR menempati urutan kelima dengan 6.788 individu.

Uni Emirat Arab mencatat 4.851 individu UHNWI, sedangkan Arab Saudi memiliki 4.388 orang. Indonesia menyusul dengan 3.833 orang, diikuti Thailand sebanyak 2.853 orang dan Filipina dengan 1.910 orang.

Berikut daftar 10 negara dan wilayah dengan populasi UHNWI terbanyak di Asia pada 2026 berdasarkan angka dalam laporan yang dirujuk:

Peringkat Negara atau wilayah Jumlah UHNWI
1 China 121.677
2 India 19.877
3 Jepang 18.914
4 Singapura 7.171
5 Hong Kong SAR 6.788
6 Uni Emirat Arab 4.851
7 Arab Saudi 4.388
8 Indonesia 3.833
9 Thailand 2.853
10 Filipina 1.910

 

Perbandingan tersebut memperlihatkan jarak yang besar antara China dan negara-negara lain. China menjadi satu-satunya negara dalam daftar itu yang memiliki lebih dari 100 ribu individu UHNWI. Sementara itu, India dan Jepang menjadi dua negara berikutnya dengan jumlah mendekati 20 ribu orang.

Baca Juga  Bakteri Antraks Terdeteksi di Gunungkidul, Kementan Perkuat Pengendalian

Indonesia masih berada di bawah Singapura dalam jumlah individu super kaya. Namun, proyeksi pertumbuhan hingga 2031 memperlihatkan potensi perubahan yang cukup besar pada populasi kelompok kekayaan tinggi di Tanah Air.

Indonesia Diproyeksikan Menjadi Pusat Pertumbuhan Kekayaan Baru

Dalam laporan 2026, Knight Frank menyoroti bahwa pertumbuhan populasi UHNWI pada lima tahun mendatang tidak hanya terkonsentrasi di negara-negara yang selama ini menjadi pusat kekayaan dunia. Sejumlah negara dengan perekonomian yang berkembang diperkirakan mencatat pertumbuhan lebih cepat.

Indonesia menjadi salah satu contoh utama dalam proyeksi tersebut. Jumlah individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta diperkirakan meningkat dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031. Dengan pertambahan sekitar 3.133 individu, Indonesia diproyeksikan mencatat kenaikan sekitar 81,7 persen dalam lima tahun.

Proyeksi itu tetap merupakan perkiraan, bukan angka pasti yang menjamin jumlah UHNWI akan mencapai target pada 2031. Perubahan kondisi ekonomi, nilai aset, perkembangan pasar investasi, serta faktor lain dapat memengaruhi perkembangan kekayaan dalam periode tersebut.

Bagi Indonesia, pertumbuhan kelompok pemilik kekayaan tinggi dapat menjadi salah satu aspek yang diamati dalam perkembangan investasi dan kepemilikan aset. Namun, untuk menilai dampaknya terhadap perekonomian secara menyeluruh, diperlukan data tambahan mengenai sumber kekayaan, aktivitas investasi, penciptaan lapangan kerja, dan distribusi manfaat ekonomi.

Data Knight Frank memberikan gambaran mengenai besarnya kelompok individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi, tetapi tidak menjelaskan secara terperinci sumber kekayaan setiap individu di Indonesia. Karena itu, angka tersebut tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan sektor usaha tertentu sebagai penyumbang utama pertumbuhan kekayaan.

Dengan 3.833 individu UHNWI pada 2026, Indonesia kini berada di peringkat kedelapan Asia berdasarkan daftar yang dirujuk. Proyeksi mencapai 6.966 orang pada 2031 sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar yang diperkirakan mengalami pertumbuhan populasi super kaya paling cepat di dunia. Perkembangan aktualnya masih akan bergantung pada perubahan kondisi ekonomi dan kekayaan selama lima tahun mendatang.

Baca Juga  Samsung Galaxy A07s Hadir di Indonesia, HP Terjangkau dengan Helio G99+ dan Dukungan Update 6 Tahun