Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq kembali mengingatkan soal tujuan awal pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Program yang dicita-citakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2030, dengan target pembentukan hingga 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia sebagai wujud penegakan mandat Pasal 33 UUD 1945.
Hanif menyampaikan, Presiden Prabowo menyadari bahwa negara harus turun tangan dan melakukan intervensi untuk menyelamatkan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Selama puluhan tahun, koperasi seolah tertidur karena belum mampu bersaing dengan korporasi besar.
“Jadi membangun suatu perekonomian dengan koperasi yang selama beberapa puluh tahun diharapkan bisa berkembang dan bersaing dengan korporasi ternyata di lapangan tidak demikian yang terjadi,” kata Hanif saat meninjau lokasi Kopdes Merah Putih.
Hanif pun menyoroti soal ketimpangan ekonomi yang saat ini sangat nyata terlihat. Ia menyebut, satu persen dari penduduk Indonesia kini menguasai sebesar 50 persen perekonomian nasional.
Ketimpangan ini juga bisa dilihat pada akses pembiayaan. Dari total Rp 7,1 triliun kredit dari Bank Himbara yang disalurkan, Rp 5,7 triliun di antaranya mengalir ke korporasi besar.
“Masyarakat kecilnya hampir tidak dapat apa-apa. Maka Presiden ingin membela masyarakat itu melalui pembangunan koperasi ini. Ini kalau negara gak ikut campur membangun koperasi ini, kita gak tahu sampai kapan mereka (perekonomian rakyat) akan bangkit,” kata dia. (lam)





