Hasil survei Unhas menghadirkan sejumlah catatan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran setelah dua tahun berjalan. Tingkat kepuasan yang mencapai 51,02 persen masih lebih tinggi dibandingkan ketidakpuasan sebesar 44,27 persen. Namun, besarnya kelompok yang tidak puas menunjukkan masih adanya persoalan yang perlu dijawab pemerintah.
Kesulitan mendapatkan pekerjaan yang dirasakan 69 persen responden menjadi salah satu temuan paling menonjol. Sementara itu, pengetahuan masyarakat mengenai program prioritas dan jangkauan MBG di kawasan Indonesia Timur juga menjadi bagian yang perlu dievaluasi lebih lanjut.
Bagi pemerintah, hasil tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui program yang diluncurkan atau kebijakan yang ditetapkan. Dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, kesempatan memperoleh pekerjaan, serta kemampuan menjawab persoalan di daerah juga menjadi bagian penting dari penilaian publik.
Bagi perguruan tinggi, survei ini menegaskan peran penelitian dalam menyediakan data dan membuka ruang dialog berbasis bukti. Sementara bagi masyarakat Indonesia Timur, hasilnya menjadi gambaran mengenai berbagai persoalan yang masih membutuhkan perhatian.
Pesan utamanya jelas: suara masyarakat dari kawasan timur Indonesia perlu masuk dalam perumusan kebijakan nasional. Ketidakpuasan tidak harus berakhir menjadi kekecewaan apabila pemerintah mampu mendengar, merespons, dan menghadirkan penyelesaian yang konkret atas persoalan yang dihadapi warga. (ril)





