Rumah Semi Permanen di Tallo Makassar Dilalap Api

Journalist Independent
Kebakaran di Jalan Teuku Umar, Lorong 7, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Kebakaran di Jalan Teuku Umar, Lorong 7, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Dampak kebakaran di Makassar tidak hanya menyangkut jumlah kejadian, tetapi juga kerusakan bangunan dan aset masyarakat.

Data Damkarmat yang dikutip pada Agustus 2026 mencatat 210 rumah terdampak kebakaran. Selain itu, terdapat 20 toko, kios atau kafe, tujuh gudang, satu hotel atau asrama, enam kantor atau sekolah, 27 kendaraan, serta 133 titik alang-alang yang tercatat terbakar.

Kebakaran pada kawasan permukiman padat menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi. Jarak antarrumah yang berdekatan dapat menyulitkan penanganan apabila api membesar dan merambat ke bangunan lain.

Kondisi tersebut juga menegaskan pentingnya akses jalan bagi armada pemadam, ketersediaan sumber air, kesiapan warga melakukan evakuasi, serta kecepatan pelaporan ketika kebakaran mulai terjadi.

Berdasarkan laporan pada 26 Agustus 2026, rangkaian kebakaran sejak awal tahun hingga periode pelaporan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan enam orang mengalami luka-luka.

Damkarmat Makassar juga memperkirakan kerugian material mencapai Rp11.091.300.000 atau sekitar Rp11,09 miliar. Kebakaran pada periode itu turut berdampak terhadap 463 kepala keluarga.

Angka korban dan kerugian tersebut merupakan data yang diberitakan pada Agustus 2026, bukan rekap final hingga Oktober. Dengan bertambahnya kejadian setelah periode tersebut, diperlukan pembaruan resmi untuk mengetahui perkembangan jumlah korban, warga terdampak, dan kerugian material.

Jumlah Kebakaran 2026 Lampaui Total 2025

Sebagai perbandingan, catatan tahunan menunjukkan terdapat 395 kejadian kebakaran di Makassar pada 2023, kemudian turun menjadi 303 kejadian pada 2024 dan 258 kejadian pada 2025.

Dengan jumlah 317 kejadian hingga 2 Oktober 2026, catatan tahun berjalan telah melampaui total 2025 sebanyak 59 kejadian. Namun, angka tersebut masih di bawah catatan 2023 yang mencapai 395 kejadian.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa kebakaran masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di Kota Makassar, terutama karena tahun 2026 belum berakhir.

Warga Diimbau Meningkatkan Kewaspadaan

Untuk mengurangi risiko kebakaran, masyarakat diimbau memeriksa instalasi listrik secara berkala, mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, serta memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi aman.

Warga juga perlu menghindari pembakaran sampah di dekat bangunan, lahan kering, atau material yang mudah terbakar. Jika terpaksa melakukan pembakaran sesuai ketentuan yang berlaku, aktivitas tersebut tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan.

Di kawasan permukiman padat, warga perlu memastikan akses jalan tidak terhalang kendaraan atau barang yang dapat menghambat armada pemadam ketika terjadi keadaan darurat.

Masyarakat yang melihat kebakaran juga diimbau segera menghubungi layanan Damkarmat Kota Makassar agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.

Hingga awal Oktober 2026, data pemberitaan mencatat 317 kejadian kebakaran di Makassar. Adapun jumlah terbaru hingga 13 Oktober 2026, termasuk pembaruan korban, kerugian, dan penyebab kebakaran, masih perlu dikonfirmasi melalui rekap resmi Damkarmat Kota Makassar. (*)