Profil Irjen Pol M. Awal Chairuddin, Putra Makassar Bergelar Doktor UNM yang Kini Pimpin Polda Sulsel

Journalist Independent
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Awal Chairuddin.
Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, resmi berkantor sebagai Kapolda Sulawesi Selatan

JI, MAKASSAR** — Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin resmi memimpin Polda Sulawesi Selatan pada Oktober 2026. Putra Makassar lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu membawa rekam jejak panjang di berbagai satuan kepolisian, pengalaman mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta gelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Awal menggantikan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro setelah menjalani perjalanan karier selama lebih dari tiga dekade di lingkungan Polri. Penugasan di satuan Brigade Mobil, kepemimpinan di sejumlah kepolisian resor, hingga pengalaman di bidang pendidikan dan reserse membentuk perjalanan profesionalnya sebelum kembali mengabdi di tanah kelahirannya.

Polda Sulsel mengukuhkan pergantian kepemimpinan tersebut melalui upacara serah terima Pataka Pallawa Lipu di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Jumat, 9 Oktober 2026. Djuhandhani menyerahkan pataka kepada Awal sebagai simbol peralihan tanggung jawab memimpin jajaran kepolisian di Sulawesi Selatan.

Putra Makassar dari Keluarga Akademisi

M. Awal Chairuddin lahir di Makassar pada 3 Desember 1971. Ia tumbuh dengan latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia pemerintahan dan pendidikan.

Ayahnya, almarhum Chairuddin Burhan, pernah menjabat sebagai kepala perwakilan Lembaga Administrasi Negara di Sulawesi Selatan. Sementara itu, ibunya, Hatma Tamma, dikenal sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.

Awal memilih jalur pengabdian melalui kepolisian. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1994, kemudian mengawali karier di Korps Brigade Mobil sebelum menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah dan satuan Polri.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya hingga dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat kewilayahan maupun pusat.

Pernah Pimpin Sejumlah Polres

Dalam perjalanan kariernya, Awal pernah menjabat Kapolres Subang, Kapolres Metro Bekasi, dan Kapolres Metro Jakarta Utara. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Wakapolrestabes Bandung.

Berbagai penugasan itu memberinya pengalaman dalam mengelola organisasi kepolisian, memimpin personel, serta menangani persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah dengan karakteristik berbeda.

Pada 2017 hingga 2019, Awal mendapat kepercayaan menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah menyelesaikan tugas tersebut, ia kembali menjalankan sejumlah penugasan di lingkungan Polri, termasuk bidang pendidikan dan reserse.

Pengalaman lintas satuan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya hingga memperoleh kepercayaan memimpin Polda Sulsel.

Raih Gelar Doktor dari UNM

Di tengah perjalanan kariernya, Awal juga melanjutkan pendidikan akademik. Pada 2024, ia meraih gelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Negeri Makassar.

Penelitian disertasinya membahas peran Bhabinkamtibmas dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Topik tersebut berkaitan dengan fungsi polisi yang berinteraksi langsung dengan warga melalui pembinaan keamanan dan kemitraan di tingkat masyarakat.

Latar belakang akademik itu melengkapi pengalaman praktis yang ia peroleh selama bertugas di berbagai satuan. Namun, kepemimpinannya di Polda Sulsel tetap akan dinilai melalui pelaksanaan tugas, kebijakan yang diambil, serta kemampuan jajaran kepolisian menjawab kebutuhan masyarakat.

Terima Amanah Pimpin Polda Sulsel

Dalam sambutannya setelah menerima Pataka Pallawa Lipu, Awal menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut demi kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Saya bersyukur atas amanah dan kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Polda Sulawesi Selatan. Sebagai putra daerah, saya berharap amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, memberikan manfaat, dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” ungkap Awal.

Pataka Pallawa Lipu melambangkan kehormatan, identitas, dan semangat pengabdian personel Polda Sulsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penyerahan pataka sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab Awal memimpin institusi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Djuhandhani menyampaikan terima kasih kepada personel Polda Sulsel dan masyarakat atas dukungan selama kurang lebih 11 bulan kepemimpinannya. Ia menilai kerja sama jajaran kepolisian dan masyarakat membantu menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran berbagai agenda nasional dan daerah.

Djuhandhani juga berpesan agar seluruh personel tetap memegang teguh nilai-nilai Satya Haprabu, menjaga kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Setelah upacara serah terima pataka, Polda Sulsel menggelar *farewell parade* untuk melepas Djuhandhani bersama istrinya, Ny. Upi Djuhandhani. Awal memimpin langsung prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian pendahulunya.

Kini, Awal memulai babak baru pengabdiannya di daerah kelahirannya. Rekam jejak di berbagai satuan kepolisian dan latar belakang akademik menjadi bagian dari profilnya. Tantangan berikutnya ialah menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam kepemimpinan yang profesional, menjaga keamanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polda Sulsel. (*)