NEWS  

Lima Bulan Disandera Perompak Somalia, Kapten Kapal Asal Gowa Akhirnya Pulang ke Makassar

Journalist Independent
Ashari Samadikun Tiba di Makassar Setelah Melewati Lima Bulan dalam Penyanderaan di Perairan Somalia
Ashari Samadikun Tiba di Makassar Setelah Melewati Lima Bulan dalam Penyanderaan di Perairan Somalia

MAKASSAR — Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi tempat penuh haru bagi keluarga Ashari Samadikun, Rabu, 7 Oktober 2026.

Setelah sekitar lima bulan berada dalam penyanderaan perompak di perairan Somalia, kapten kapal Honour 25 itu akhirnya kembali ke Sulawesi Selatan dalam kondisi selamat.

Kedatangan Ashari disambut langsung keluarga bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Warga asal Gowa tersebut tiba di Makassar bersama rekannya setelah melalui proses pembebasan dari kelompok perompak yang menyandera mereka selama berbulan-bulan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan Jayadi Nas turut menjemput Ashari di bandara.

Ia memastikan pekerja migran asal Sulsel tersebut telah kembali dengan selamat setelah menjalani masa penyanderaan yang cukup panjang.

“Alhamdulillah, Ashari berhasil dibebaskan dan kembali dengan selamat,” ujar Jayadi, Rabu (7/10/2026).

Menurut Jayadi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan berbagai upaya untuk membantu proses pembebasan Ashari. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar keselamatan warga Sulsel yang berada dalam situasi tersebut tetap menjadi prioritas.

Ia mengapresiasi dukungan keluarga serta doa masyarakat hingga Ashari akhirnya dapat kembali ke Makassar.

Peristiwa penyanderaan Ashari sebelumnya terungkap setelah sang istri, Santi Sanaya, menerima pesan suara dari suaminya. Dalam pesan tersebut, Ashari mengabarkan bahwa kapal yang dibawanya mendapat serangan perompak saat berlayar.

“Suami saya kirim voice note, bilang kalau kapalnya diserang bajak laut,” kata Santi pada April lalu.

Kabar tersebut kemudian memicu perhatian terhadap keselamatan Ashari dan awak kapal lainnya. Selama berbulan-bulan, keluarga harus menunggu kepastian mengenai kondisi Ashari hingga akhirnya proses pembebasan membuahkan hasil.

Kini, penantian panjang keluarga berakhir. Ashari telah kembali ke Makassar dan dapat bertemu langsung dengan keluarganya setelah lima bulan berada dalam ancaman perompakan di perairan Somalia. (*)