MAKASSAR – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat kelompok kesejahteraan terbawah pada Oktober hingga Desember 2026. Setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras untuk tiga bulan.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/10/2026).
Zulkifli mengatakan pemerintah telah menyetujui tambahan bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk tiga bulan terakhir 2026.
Dengan skema tersebut, bantuan beras untuk Oktober, November, dan Desember akan disalurkan sekaligus atau dirapel.
“Ibu-ibu jangan khawatir. Tidak usah ribut soal beras segala macam. Desil 1 sampai 4 akan dapat lagi. Kami sudah rapat koordinasi dan Presiden setuju,” kata Zulkifli.
Zulkifli memastikan penyaluran bantuan akan dimulai dalam waktu dekat. Berbeda dengan pola sebelumnya yang diberikan setiap bulan, bantuan untuk tiga bulan terakhir 2026 akan dikirim sekaligus.
“Oktober, November, Desember sudah. Minggu-minggu ini akan mulai dikirim, dirapel sekaligus. Jadi Oktober, November, Desember, 30 kilo,” ujarnya.
Kebijakan tersebut menyasar masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 4.
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau 10 persen penduduk terbawah.
Sementara desil 2 merupakan kelompok miskin, desil 3 kelompok hampir miskin, dan desil 4 kelompok rentan miskin.
Berdasarkan data Triwulan I 2026, penduduk Sulawesi Selatan yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4 diperkirakan mencapai sekitar 3,4 juta hingga 3,8 juta jiwa.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 40 persen dari total penduduk Sulsel yang mencapai sekitar 9,6 juta jiwa.
Secara nasional, pemerintah menambah alokasi bantuan pangan beras sekitar 1 juta ton bagi penerima pada desil 1 hingga desil 4 untuk periode Oktober-Desember 2026.
Zulkifli berharap masyarakat yang masuk kelompok penerima tidak khawatir dan tetap memiliki harapan untuk memperoleh bantuan tersebut.
“Tolong ditulis agar masyarakat tahu dan dia tidak putus harapan karena dapat,” katanya.
Selain bantuan gratis bagi kelompok desil 1 hingga 4, pemerintah juga menyiapkan skema beras subsidi bagi masyarakat yang masih mampu membeli beras tetapi khawatir dengan kenaikan harga.
Zulkifli mengatakan pemerintah telah menyetujui penyaluran beras subsidi sekitar 1 juta ton untuk masyarakat kelompok desil 5 hingga desil 8.
Beras subsidi tersebut akan dijual dengan harga Rp12.500 dan penyalurannya dilakukan melalui Perum Bulog. Selanjutnya, beras tersebut juga akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih yang telah berjalan.
“Bagi masyarakat yang bisa membeli tapi keberatan kalau harga naik, kita juga sudah putuskan bersubsidi sebanyak 1 juta ton. Harganya Rp12.500, nanti Bulog akan menyebarkan,” jelasnya.
“Pas sudah berjalan, juga nanti akan masuk ke Koperasi Desa Merah Putih yang sudah berjalan,” lanjutnya.
Tambahan bantuan untuk Oktober hingga Desember menjadi bagian dari perluasan program bantuan pangan beras pemerintah sepanjang 2026.
Sebelumnya, bantuan pangan beras telah dialokasikan untuk periode Februari-Maret dan Juli-September 2026.
Program tahap kedua periode Juli-September telah diselesaikan Perum Bulog berdasarkan penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Secara nasional, penyaluran bantuan tersebut mencapai sekitar 967,5 ribu ton hingga 30 September 2026. Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.





