Utang Masyarakat Indonesia di Pinjol Tembus Rp106,94 Triliun

Journalist Independent
Ilustrasi pinjol.

JAKARTA – Utang masyarakat melalui industri Pinjaman Daring (Pindar) terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan Pindar mencapai Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.

Angka tersebut tumbuh 22,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Meski masih mencatat pertumbuhan, laju pembiayaan Pindar tersebut melambat dibandingkan Juli 2026 yang tumbuh 24,76 persen yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan perkembangan pembiayaan Pindar tetap menjadi perhatian regulator.

“Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 22,07 persen yoy (Juli 2026: 24,76 persen yoy), dengan nominal sebesar Rp106,94 triliun,” katanya dalam paparannya secara virtual, Selasa (6/10/2026).

Risiko Kredit Macet Meningkat

Di tengah pertumbuhan pembiayaan tersebut, OJK juga mencatat adanya kenaikan tingkat risiko kredit macet. Rasio tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 meningkat menjadi 4,73 persen pada Agustus 2026.

Pada Juli 2026, TWP90 tercatat sebesar 4,32 persen.

Agusman mengatakan OJK akan terus mencermati perkembangan industri, terutama dari sisi pertumbuhan pembiayaan dan kualitas risiko kredit.

“Perkembangan industri pembiayaan terus kami cermati, termasuk pertumbuhan pembiayaan dan kualitas risikonya. OJK akan terus melakukan pengawasan untuk menjaga agar perkembangan industri tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” kata Agusman.

Pembiayaan BNPL Rp13,61 Triliun

Sementara itu, nilai pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) pada Agustus 2026 tercatat sebesar Rp13,61 triliun.

Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross pada sektor tersebut berada di level 3,03 persen. Angka itu masih sama dibandingkan posisi pada Juli 2026.

Pertumbuhan pembiayaan BNPL pada Agustus 2026 tercatat 22,07 persen yoy, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 yang mencapai 54,65 persen yoy.

Pembiayaan Modal Ventura Berbalik Tumbuh

Pada sektor modal ventura, OJK mencatat pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 1,05 persen yoy. Pertumbuhan tersebut berbalik dari kondisi Juli 2026 yang masih mengalami kontraksi sebesar 0,46 persen yoy.

Nilai pembiayaan modal ventura pada Agustus 2026 mencapai Rp16,50 triliun.

Sementara itu, industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) masih mencatat kontraksi penyaluran pembiayaan.

Pada Agustus 2026, penyaluran pembiayaan LKM terkontraksi 0,33 persen yoy menjadi Rp1,05 triliun. Meski demikian, kontraksi tersebut sedikit membaik dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 0,40 persen yoy.

Dari sisi simpanan, industri LKM mencatat pertumbuhan positif. Simpanan pada Agustus 2026 tumbuh 7,70 persen yoy menjadi Rp0,63 triliun.

Namun, pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 8,00 persen yoy.