LUWU UTARA – Bentrokan dua rumpun keluarga pecah di Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (4/10/2026) sore. Pertikaian yang dipicu persoalan lahan itu menewaskan satu warga dan menyebabkan sejumlah kios serta tempat duduk pedagang terbakar.
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara AKP Kadek Andi Pradnyadana membenarkan bentrokan tersebut. Polisi menyebut pertikaian melibatkan dua kelompok keluarga dari Desa Munte dan Desa Poreang.
“Ada keributan antara 2 rumpun keluarga dari Munte dan Poreang,” kata Kadek kepada detikSulsel, Minggu (4/10/2026).
Menurut Kadek, persoalan lahan menjadi pemicu bentrokan. Namun, polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengetahui kronologi lengkap pertikaian tersebut.
Satu Warga Poreang Tewas Ditikam
Bentrokan tersebut menimbulkan korban jiwa. Satu warga asal Poreang dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka akibat tikaman.
“Keributan tersebut mengakibatkan meninggalnya 1 warga Poreang karena ditikam,” ujar Kadek.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian yang berlangsung di lokasi. Aparat juga masih melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan kembali meluas.
Kadek mengatakan laporan lengkap dari kepolisian sektor setempat masih ditunggu. Karena itu, polisi belum menyampaikan secara rinci mengenai pihak yang terlibat maupun kronologi sebelum dan sesudah bentrokan.
“Kronologi lengkap menyusul. Saya menunggu laporan dari polsek,” katanya.
Sejumlah Kios Dilaporkan Terbakar
Situasi di lokasi juga sempat memanas setelah sejumlah kios pedagang dan tempat duduk dilaporkan terbakar. Informasi tersebut muncul dalam video yang beredar di media sosial.
Anggota Humas Polres Luwu Utara Ipda Bakri membenarkan adanya laporan mengenai kebakaran sejumlah bangunan di sekitar lokasi bentrokan.
“Kios-kios dan tempat duduk (terbakar), kalau berdasarkan video yang beredar,” kata Bakri.
Aparat kepolisian masih berjaga di lokasi dan melakukan penyelidikan. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan untuk mengungkap penyebab serta rangkaian bentrokan secara utuh.
Kasus tersebut kini dalam penanganan Polres Luwu Utara. Polisi mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi selama proses penyelidikan berlangsung. (*)






