WhatsApp Punya Fitur Baru untuk Orang Tua! Aktivitas Grup Anak Kini Bisa Dipantau

Journalist Independent
WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp

JAKARTA — WhatsApp memperkenalkan fitur kontrol orang tua atau parental controls baru untuk akun remaja. Fitur ini memungkinkan orang tua atau wali mengatur sejumlah aspek penggunaan WhatsApp, mulai dari interaksi di grup, Status, Channels, foto profil, hingga pengalaman menggunakan Meta AI.

Meta menyebut kontrol tersebut dirancang agar orang tua dapat mendampingi aktivitas remaja di WhatsApp tanpa harus membaca isi pesan pribadi mereka.

Melalui fitur baru ini, orang tua dapat menentukan siapa yang boleh menambahkan remaja ke dalam grup, siapa yang dapat melihat foto profil, serta mengatur penggunaan Channels.

Orang tua juga dapat menentukan Status pengguna yang dapat dilihat oleh remaja serta siapa saja yang boleh melihat pembaruan Status yang dibuat oleh anak mereka.

Kontrol baru WhatsApp juga memberikan pilihan bagi orang tua untuk menerima pemberitahuan terkait aktivitas remaja di grup.

Notifikasi dapat diberikan ketika remaja bergabung dengan grup baru atau keluar dari sebuah grup. Orang tua juga dapat memilih untuk menerima pemberitahuan ketika jumlah anggota grup yang diikuti anak bertambah secara signifikan, misalnya mencapai 30, 100, atau 250 anggota.

Seluruh pengaturan tersebut dilindungi oleh PIN yang dibuat oleh orang tua. Jika remaja ingin mengubah pengaturan yang sudah ditetapkan, mereka membutuhkan persetujuan orang tua melalui PIN tersebut.

Orang tua juga dapat mengubah pengaturan atau menonaktifkan kontrol tersebut kapan saja. Meta menyatakan fitur ini bersifat opsional dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

Kontrol orang tua tidak hanya berlaku untuk fitur komunikasi WhatsApp. Orang tua juga dapat menentukan pengalaman remaja ketika menggunakan Meta AI.

Tersedia dua pilihan pengaturan, yakni standar 13+ dan opsi yang lebih ketat bernama Limited Content.

Jika memilih Limited Content, sejumlah fitur yang menggunakan pemrosesan privat akan dinonaktifkan, termasuk incognito chat dan ringkasan pesan.

Meski kontrol orang tua diaktifkan, WhatsApp menegaskan pesan dan panggilan pribadi tetap dilindungi enkripsi end-to-end. Artinya, isi komunikasi pribadi tetap tidak dapat dibaca atau didengar oleh pihak di luar percakapan, termasuk WhatsApp.

Cara Mengaktifkan Parental Control WhatsApp

Untuk mengaktifkan kontrol orang tua pada akun remaja, langkah yang perlu dilakukan adalah:

1. Buka WhatsApp pada ponsel remaja.
2. Masuk ke menu Settings/Pengaturan.
3. Pilih Parental Controls/Kontrol Orang Tua.
4. Konfirmasi tanggal lahir remaja.
5. Ikuti petunjuk untuk menautkan akun WhatsApp orang tua atau wali.
6. Setelah akun terhubung, orang tua dapat memilih berbagai kontrol yang tersedia.
7. Buat PIN yang akan digunakan untuk melindungi pengaturan.

Setelah pengaturan aktif, orang tua dapat menyesuaikan tingkat pengawasan sesuai kebutuhan keluarga.

Peluncuran fitur tersebut dilakukan ketika Meta menghadapi tekanan hukum dan regulasi terkait perlindungan anak di platform digital.

Pada Agustus 2026, Meta menyepakati penyelesaian perkara dengan 29 negara bagian di Amerika Serikat dengan nilai hingga sekitar US$18 miliar. Kasus tersebut berkaitan dengan tuduhan bahwa Facebook dan Instagram dirancang untuk membuat anak dan remaja terus menggunakan platform serta tuduhan terkait pengumpulan data anak. Meta membantah melakukan pelanggaran, tetapi menyepakati sejumlah perubahan dalam rangka penyelesaian perkara tersebut.

Meta dalam beberapa bulan terakhir juga memperluas berbagai fitur keselamatan untuk pengguna muda. Perusahaan sebelumnya memperkenalkan akun praremaja yang dikelola orang tua di WhatsApp serta memperluas pengaturan konten 13+ pada sejumlah platformnya.

Selain kontrol orang tua, WhatsApp juga memperkenalkan fitur keamanan bernama Scam Alert untuk membantu pengguna mengenali potensi penipuan.

Fitur tersebut menggunakan model machine learning yang berjalan langsung di perangkat pengguna. Sistem menganalisis pola dalam pesan untuk mengidentifikasi indikasi modus penipuan.

Fitur ini bersifat opsional. Setelah pengguna mengaktifkannya, model machine learning akan diunduh ke perangkat dan digunakan untuk melakukan proses klasifikasi terhadap pesan yang masuk.

Jika sebuah percakapan terindikasi sebagai penipuan, pengguna akan menerima peringatan. Peringatan tersebut tidak terlihat oleh pengirim pesan.

Pengguna kemudian dapat memilih untuk memblokir akun, melaporkan percakapan, atau tetap melanjutkan komunikasi.

Dengan tambahan kontrol orang tua dan fitur keamanan tersebut, WhatsApp memperluas sejumlah mekanisme perlindungan bagi pengguna muda sekaligus mempertahankan enkripsi end-to-end pada pesan dan panggilan pribadi. (*)