MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya tidak akan berkeliling dunia untuk meminta bantuan keuangan. Pernyataan tersebut disampaikan saat Putin menghadiri sidang pertama Duma Negara periode kesembilan di Moskow, Rabu (30/9/2026).
Dalam pidatonya, Putin meminta anggota parlemen Rusia memperkuat kerja sama dengan pemerintah, terutama dalam menyediakan landasan hukum yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan ekonomi negara.
“Rusia, tidak seperti pihak lain – kami tidak akan menyebut nama – tidak akan berkeliling dunia dengan cara yang memalukan untuk mengemis bantuan sambil menyodorkan tangan,” ujarnya, yang tampaknya merujuk pada Ukraina.
Putin Klaim Ekonomi Rusia Tetap Kuat
Putin juga menilai sistem keuangan dan ekonomi Rusia masih berada dalam kondisi yang kuat. Ia meminta pemerintah dan parlemen berhati-hati dalam mengambil kebijakan untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Sistem keuangan dan ekonomi Rusia berada dalam posisi yang kuat dan percaya diri. Hal yang terpenting adalah tidak melakukan kesalahan dan menangani penyelesaian tugas-tugas di bidang-bidang yang sangat penting ini secara bertanggung jawab,” jelas Presiden Putin.
Pernyataan Putin disampaikan ketika Ukraina masih mengandalkan dukungan keuangan dari negara dan lembaga internasional untuk memenuhi kebutuhan anggaran serta pertahanannya selama perang.
Menurut laporan Anadolu, Kyiv meminta tambahan pendanaan sekitar US$27 miliar untuk 2026. Dana Moneter Internasional (IMF) juga menyatakan dukungan eksternal yang berkelanjutan dan dapat diprediksi diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi Ukraina serta membiayai anggaran negara.
Duma Negara Periode Kesembilan Mulai Bersidang
Sidang pertama Duma Negara periode kesembilan digelar setelah pemilihan umum parlemen Rusia pada 18-20 September 2026.
Berdasarkan hasil yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia, United Russia memperoleh 349 dari total 450 kursi. Partai Komunis meraih 37 kursi, LDPR 23 kursi, New People 19 kursi, dan A Just Russia 17 kursi. Sementara itu, Rodina mendapatkan satu kursi dan empat kursi lainnya ditempati kandidat independen. Tingkat partisipasi pemilih tercatat 59,8 persen.
Dalam sidang perdana tersebut, Vyacheslav Volodin kembali terpilih sebagai Ketua Duma Negara. Volodin memperoleh 406 suara dari 442 anggota parlemen yang mengikuti pemungutan suara.
Volodin telah memimpin majelis rendah parlemen Rusia sejak 2016 dan kembali menduduki posisi tersebut untuk periode ketiga berturut-turut.






