NEWS  

BBM Langka di Belitung, Dua Sekolah Terpaksa Terapkan Belajar dari Rumah

Journalist Independent
BBM Belitung langka membuat dua sekolah belajar dari rumah.
Aktivitas siswa di salah satu sekolah di Belitung. Kelangkaan BBM membuat dua sekolah menerapkan Belajar dari Rumah secara sementara.

BELITUNG – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Belitung mulai berdampak pada aktivitas pendidikan. Dua sekolah, yakni SMKN 1 Sijuk dan SMAN 1 Membalong, menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) setelah siswa dan guru mengalami kesulitan mendapatkan BBM untuk menuju sekolah.

Kebijakan tersebut tidak berlaku untuk seluruh sekolah di Belitung. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bangka Belitung memberikan persetujuan setelah masing-masing sekolah mengajukan usulan berdasarkan kondisi di lapangan.

Untuk SMKN 1 Sijuk, BDR berlaku bagi siswa kelas X dan XI pada 25-26 September 2026. Persetujuan itu tertuang dalam surat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bangka Belitung Nomor 400.3/557/CabdindikWilV.

SMAN 1 Membalong juga memperoleh persetujuan serupa untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah.

BBM Sulit Didapat, Siswa dan Guru Terdampak

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bangka Belitung, Adi Zahriadi, menegaskan kebijakan BDR bersifat insidental. Menurutnya, dinas tidak mengeluarkan instruksi agar seluruh sekolah menerapkan sistem tersebut.

“Jadi sifatnya insidental. Hanya atas usulan BDR dari sekolah yang bersangkutan, kami memberikan pertimbangan dan persetujuan,” kata Adi, Jumat (25/9/2026).

Menurut Adi, kondisi tersebut berkaitan dengan kebutuhan BBM bagi warga sekolah. Mayoritas siswa, guru, hingga tenaga tata usaha menggunakan sepeda motor untuk berangkat dan pulang dari sekolah.

“Pertimbangannya karena sulitnya mendapat BBM, karena murid, guru, bagian TU semua pakai motor,” ujarnya.

Karena pasokan BBM sulit diperoleh, sekolah mengajukan pembelajaran dari rumah agar kegiatan belajar tetap berlangsung meski tidak melalui tatap muka.

Antrean BBM Terjadi di Sejumlah SPBU

Kelangkaan BBM di Belitung berlangsung dalam sepekan terakhir. Antrean kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Persoalan pasokan tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian DPRD Belitung. Dewan memanggil pihak Pertamina untuk membahas kondisi distribusi BBM dan mencari solusi atas antrean yang terjadi.

Sejumlah faktor disebut berkaitan dengan kondisi tersebut. Salah satunya keterlambatan bongkar muat pasokan akibat cuaca buruk di perairan Belitung.

Selain itu, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian pengguna yang sebelumnya membeli Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Perubahan tersebut ikut meningkatkan permintaan terhadap Pertalite ketika pasokannya terbatas.

BDR Hanya Berlaku Sementara

Penerapan BDR di SMKN 1 Sijuk dan SMAN 1 Membalong bersifat sementara dan berdasarkan kondisi masing-masing sekolah.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V memastikan sekolah lain tetap menjalankan pembelajaran tatap muka selama kondisi BBM dan mobilitas warga sekolah memungkinkan.

Dengan demikian, kebijakan BDR di dua sekolah tersebut bukan perubahan sistem pembelajaran secara umum, melainkan langkah sementara untuk menjaga kegiatan belajar tetap berjalan di tengah kesulitan mendapatkan BBM. (*)