Siswa SMP di Jaktim Diduga Edit Foto Siswi Pakai AI, Polisi Selidiki
JAKARTA — Seorang siswa SMP negeri di Jakarta Timur diduga menyalahgunakan foto sejumlah siswi dengan bantuan artificial intelligence (AI). Foto tersebut diduga diedit hingga menampilkan korban dalam kondisi tidak senonoh.
Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan di Threads dari akun @zeesoraa menyoroti dugaan perbuatan seorang siswa kelas 9. Dalam unggahan tersebut, siswa itu disebut mengedit foto teman-teman perempuannya menggunakan teknologi AI.
Informasi yang beredar di media sosial juga menyebut foto hasil manipulasi tersebut diduga disebarkan kepada orang lain. Bahkan, jumlah foto yang disebut telah diedit mencapai sekitar 200 gambar.
Foto Diduga Diubah Menggunakan AI
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi membenarkan adanya kasus yang melibatkan seorang siswa terkait dugaan penyalahgunaan foto siswi.
“Benar, terjadi pada salah seorang siswa yang melakukan perbuatan tersebut dan saat ini masih dilakukan penyidikan oleh Satreskrim PPA Satreskrim Polres Metro Jaksel,” ujar Made kepada wartawan di Polsek Pulogadung, Rabu (23/9/2026).
Made mengatakan penyidik masih mendalami dugaan penyalahgunaan foto milik teman-teman perempuan siswa tersebut.
Menurut informasi awal yang diterima polisi, foto asli diduga mengalami manipulasi menggunakan AI sehingga menghasilkan gambar dengan tampilan yang tidak senonoh.
Hasil Editan Diduga Dijadikan Stiker WhatsApp
Polisi juga mendalami penggunaan foto hasil manipulasi tersebut dalam percakapan melalui aplikasi WhatsApp.
Made menyebut foto tubuh korban diduga diedit kemudian digunakan sebagai stiker.
“Fotonya dijadiin stiker, foto badan korban (dibuat) editan,” kata Made.
Penyidik masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui bagaimana foto tersebut dibuat, digunakan, serta siapa saja yang mungkin menerima atau menyebarkannya.
Dugaan Jual Beli Foto Masih Didalami
Sementara itu, informasi mengenai dugaan jual beli foto hasil manipulasi tersebut sejauh ini masih berasal dari unggahan yang beredar di media sosial.
Akun @zeesoraa menyebut foto-foto yang telah diedit tersebut diduga diperjualbelikan kepada pihak lain. Unggahan itu juga menyebut jumlah foto yang diduga telah dimanipulasi mencapai sekitar 200 foto.
Namun, polisi masih melakukan penyidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Kasus tersebut kini ditangani penyidik PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.






