SULSEL  

Warga Binaan Lapas Takalar Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Penyelidikan

Warga Binaan Lapas Takalar Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Penyelidikan.
Kantor Lapas Kelas IIB Takalar. Seorang warga binaan ditemukan meninggal dunia di blok hunian pada Senin (21/9/2026).

TAKALAR — Seorang warga binaan Lapas Kelas IIB Takalar, Sulawesi Selatan, berinisial AP (30), ditemukan meninggal dunia di toilet blok hunian pada Senin (21/9/2026) siang. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian warga binaan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Haryanto mengatakan korban ditemukan oleh sesama warga binaan setelah salat zuhur. Saat itu, toilet dalam kondisi terkunci dari dalam.

Petugas dan warga binaan kemudian membuka paksa pintu toilet. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Baik dapat kami jelaskan bahwa hari ini kami mendapatkan informasi dari Lapas Takalar adanya seorang warga binaan yang meninggal dunia yang diketahui gantung diri di toilet kamar binaan,” ujar Haryanto kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Haryanto mengatakan polisi belum menyimpulkan seluruh rangkaian kejadian tersebut. Penyidik masih meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Pemeriksaan dilakukan terhadap warga binaan yang pertama kali menemukan korban. Petugas Lapas Takalar yang sedang piket saat kejadian juga dimintai keterangan.

“Sementara kami dalami. Kami masih memeriksa ataupun meminta keterangan saksi-saksi yang pertama kali melihat dan juga ada beberapa pegawai yang piket pada saat kejadian,” kata Haryanto.

Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Korban Jalani Hukuman Delapan Tahun

AP diketahui merupakan warga asal Toraja yang berdomisili di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Menurut informasi kepolisian, korban sedang menjalani hukuman pidana selama delapan tahun dalam perkara kekerasan seksual.

“Ya betul, dia berasal dari Toraja, sukunya, tapi domisili di Kota Makassar. Dia di Kota Makassar di Kecamatan Biringkanaya. Informasi yang kita terima, warga binaan tersebut tersandung kasus kekerasan seksual dengan vonis delapan tahun penjara,” ujar Haryanto.

Jenazah korban masih berada di Lapas Takalar. Pihak keluarga sedang dalam perjalanan menuju lapas untuk proses selanjutnya.

“Masih ada di lapas sambil menunggu keluarga warga binaan tersebut. Informasi keluarga dari warga binaan tersebut dalam perjalanan ke Lapas Takalar,” kata Haryanto.

Polisi hingga kini masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan petugas lapas untuk melengkapi penyelidikan.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami krisis emosional atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera hubungi orang tepercaya dan layanan kesehatan profesional seperti psikolog, psikiater, atau fasilitas kesehatan terdekat. (*)