PSM Makassar Siapkan Tiket Lebih Murah 20 Persen, Suporter Bisa Hemat Nonton di Parepare

Journalist Independent
PSM Makassar vs Persebaya Surabaya
PSM Makassar vs Persebaya Surabaya

Journalist Independent, MAKASSAR – Biaya menonton PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, menjadi perhatian manajemen menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027.

Untuk memberikan pilihan harga kepada penonton, Juku Eja menerapkan dua kategori tiket pertandingan kandang, yakni regular match dan big match.

Kebijakan ini membuka peluang bagi suporter mendapatkan tiket lebih murah ketika PSM menjalani pertandingan yang masuk kategori reguler. Manajemen memperkirakan selisih harganya mencapai sekitar 20 persen dibandingkan tarif yang berlaku saat ini.

Langkah tersebut cukup menarik perhatian karena harga tiket pertandingan kandang PSM Makassar sebelumnya menjadi salah satu keluhan suporter. Selain membayar tiket, pendukung tim kebanggaan Sulawesi Selatan itu juga harus memperhitungkan ongkos perjalanan menuju Parepare.

Selama empat tahun terakhir, PSM memang menggunakan Stadion Gelora BJ Habibie di Kota Parepare sebagai markas pertandingan kandang. Kondisi ini membuat pengalaman mendukung langsung tim kesayangan membutuhkan biaya tambahan, terutama bagi suporter yang datang dari Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan.

General Manager PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menjelaskan pembagian kategori tiket tersebut merupakan bagian dari kebijakan manajemen pada musim ini.

Menurutnya, harga regular match akan lebih rendah dibandingkan big match. Perbedaan tarif kedua kategori diperkirakan berada di kisaran 20 persen dari harga tiket yang berlaku sekarang.

“Regular match ada perbedaan harga, kurang lebih selisihnya 20 persen dari harga sekarang,” kata Fajrin, Jumat (30/10/2026).

Penentuan kategori pertandingan tidak dilakukan secara sembarangan. Manajemen menggunakan tingkat okupansi atau jumlah penonton pada pertandingan musim sebelumnya sebagai salah satu pertimbangan.

Dengan sistem tersebut, pertandingan yang diperkirakan memiliki daya tarik penonton lebih tinggi akan masuk kategori big match. Sebaliknya, laga yang masuk kategori reguler berpeluang mendapatkan tarif lebih terjangkau.

Baca Juga  PSM Makassar Bawa Modal Dua Kemenangan ke Lampung, Bhayangkara FC Justru Belum Terkalahkan

Pada awal kompetisi musim ini, empat pertandingan kandang PSM Makassar sudah masuk kelompok big match. Fajrin mengatakan, pertandingan-pertandingan awal yang dijalani timnya memang memiliki kategori tersebut.

“Awal-awal ini yang kita hadapi home, big match kategorinya,” ujarnya.

Harga Tiket PSM Makassar Tembus Rp350 Ribu

Penerapan dua kategori tiket menjadi perhatian karena tarif menonton langsung PSM Makassar cukup beragam berdasarkan lokasi tribun.

Pada musim 2026/2027, harga tiket pertandingan kandang PSM berkisar Rp90 ribu hingga Rp350 ribu untuk setiap penonton.

Tribune VVIP menjadi pilihan paling mahal dengan harga Rp350 ribu. Sementara itu, penonton yang ingin menikmati pertandingan dari area VIP Selatan maupun VIP Utara harus menyiapkan uang Rp300 ribu.

Bagi suporter yang menginginkan pilihan dengan harga lebih rendah, tersedia Tribune Terbuka Timur seharga Rp150 ribu. Adapun Tribune Terbuka Utara menjadi kategori paling terjangkau dengan tarif Rp90 ribu.

Perbedaan harga tersebut memberikan pilihan bagi penonton sesuai kemampuan masing-masing. Namun, besarnya pengeluaran untuk menyaksikan pertandingan tidak hanya berhenti pada pembelian tiket.

Suporter dari Makassar, misalnya, masih harus memperhitungkan ongkos perjalanan menuju Parepare. Belum lagi biaya konsumsi dan kebutuhan lainnya selama mengikuti pertandingan.

Karena itu, kebijakan potongan harga sekitar 20 persen untuk regular match berpotensi memberikan ruang bagi suporter yang ingin lebih sering datang ke stadion.

Meski demikian, besaran harga baru untuk setiap pertandingan reguler belum dirinci secara khusus. Manajemen baru menyampaikan perkiraan selisih harga dibandingkan tarif yang berlaku saat ini.

Artinya, suporter masih perlu memperhatikan pengumuman resmi setiap kali PSM menggelar pertandingan kandang untuk mengetahui kategori dan harga tiket yang diberlakukan.

Manajemen Sudah Sosialisasi dengan Suporter

Fajrin mengatakan, penetapan harga tiket musim ini telah lebih dahulu dikomunikasikan kepada kelompok suporter PSM Makassar.

Baca Juga  20 Atlet SOIna Sulsel Siap Bawa Semangat Inklusi di Pesonas II Kupang 2026

Pembahasan tersebut dilakukan sebelum pertandingan kandang melawan Persebaya Surabaya. Manajemen ingin memastikan kebijakan harga diketahui oleh pendukung tim sebelum mereka membeli tiket dan datang ke stadion.

“Harga tiket ini sejujurnya kita sudah komunikasi dan sosialisasi dengan teman-teman suporter terlebih dahulu,” jelasnya.

Komunikasi tersebut menjadi penting mengingat dukungan penonton memiliki peran besar dalam perjalanan PSM sepanjang kompetisi.

Bagi klub berjuluk Juku Eja itu, pertandingan kandang bukan sekadar kesempatan mengumpulkan poin. Kehadiran suporter juga menjadi bagian dari identitas klub yang selama ini dikenal memiliki basis pendukung fanatik di Sulawesi Selatan.

Manajemen pun berharap masyarakat tidak hanya mengikuti perkembangan PSM melalui layar televisi atau media sosial. Dukungan langsung dari tribun diharapkan bisa kembali membangun atmosfer pertandingan yang kuat di Stadion Gelora BJ Habibie.

Fajrin mengajak suporter dan masyarakat Sulawesi Selatan untuk meramaikan pertandingan kandang PSM sepanjang musim ini.

Ia menilai upaya mengembalikan kejayaan klub tidak bisa hanya dibebankan kepada pemain, pelatih, maupun manajemen. Suporter juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga semangat dan karakter PSM.

“Suporter bagian penting upaya kita mengembalikan kejayaan PSM Makassar,” tegasnya.

Laga Kandang Jadi Momentum Bangkitkan PSM

Keinginan manajemen menghidupkan kembali dukungan publik tidak terlepas dari ambisi PSM Makassar memperbaiki pencapaian pada kompetisi musim ini.

PSM membutuhkan dukungan penuh untuk membangun konsistensi permainan dan bersaing menghadapi klub-klub lain di Super League 2026/2027.

Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare diharapkan kembali menjadi tempat yang memberikan tekanan tersendiri bagi tim tamu. Atmosfer stadion yang dipenuhi suporter dapat menjadi tambahan motivasi bagi pemain ketika menghadapi lawan.

Pertandingan melawan Persebaya Surabaya sebelumnya menjadi salah satu contoh pentingnya dukungan penonton di kandang. Kehadiran suporter di tribun diharapkan terus terjaga ketika Juku Eja menghadapi lawan berikutnya.

Baca Juga  Manchester United Tersingkir dari Piala Liga Setelah Kalah 2-3 dari Brighton

Dalam waktu dekat, perhatian pendukung juga tertuju pada pertandingan PSM Makassar melawan Madura United. Panitia sebelumnya menyiapkan 5.190 tiket untuk pertandingan tersebut.

Laga-laga seperti ini menjadi kesempatan bagi PSM untuk menjaga kedekatan dengan pendukungnya sekaligus membangun kembali kebiasaan masyarakat datang langsung ke stadion.

Namun, harga tiket tetap menjadi salah satu faktor yang menentukan keputusan suporter. Apalagi, tidak semua pendukung memiliki kemampuan finansial yang sama untuk mengikuti setiap pertandingan tandang maupun kandang.

Pembagian kategori regular match dan big match setidaknya memberikan alternatif dalam kebijakan penjualan tiket. Suporter berpeluang mengeluarkan biaya lebih sedikit ketika PSM menghadapi pertandingan yang tidak masuk kategori big match.

Keberhasilan kebijakan tersebut nantinya tidak hanya diukur dari jumlah tiket yang terjual. Tingkat keterisian stadion dan meningkatnya partisipasi penonton juga dapat menjadi gambaran apakah harga yang ditawarkan sudah sesuai dengan harapan pendukung.

Bagi PSM Makassar, mengembalikan kejayaan tidak cukup hanya dengan membangun kekuatan tim di lapangan. Hubungan antara klub dan suporter juga perlu dijaga agar dukungan dari tribun tetap menjadi kekuatan utama Juku Eja.

Dengan adanya kategori tiket yang lebih terjangkau, manajemen berharap semakin banyak masyarakat Sulawesi Selatan memiliki kesempatan menyaksikan perjuangan PSM secara langsung di Parepare. (*)