Daftar Tempat Wisata di Sulsel, dari Wisata Alam hingga Negeri di Atas Awan

Journalist Independent
Rammang-Rammang Maros.
Rammang-Rammang Maros.

Journalist Independent, MAKASSAR – Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi pada 2026. Mulai dari pantai berpasir putih, gugusan pegunungan karst, kawasan dataran tinggi yang sejuk, hingga wisata budaya, provinsi ini menawarkan pilihan liburan bagi berbagai kalangan.

Sejumlah destinasi wisata di Sulsel juga menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, menikmati liburan akhir pekan, maupun menjelajahi keindahan alam di luar perkotaan.

Berdasarkan sejumlah rekomendasi wisata yang dipublikasikan sepanjang 2026, destinasi seperti Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Siera Sky View di Malino, hingga kawasan wisata Tana Toraja menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan wisatawan.

Lantas, apa saja tempat wisata di Sulawesi Selatan yang menarik untuk dikunjungi pada 2026?

Berikut daftar destinasi wisata yang bisa menjadi referensi perjalanan liburan.

1. Rammang-Rammang, Maros

Rammang-Rammang merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Sulawesi Selatan yang menawarkan pemandangan gugusan pegunungan karst.

Berada di Kabupaten Maros, kawasan ini menghadirkan perpaduan tebing batu kapur, persawahan, sungai, serta perkampungan yang masih mempertahankan suasana pedesaan.

Wisatawan dapat menikmati perjalanan menggunakan perahu menyusuri Sungai Pute sambil melihat bentang alam karst yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Rammang-Rammang cocok bagi wisatawan yang menyukai fotografi alam, perjalanan santai, dan pengalaman menjelajahi lanskap yang berbeda dari suasana perkotaan.

2. Siera Sky View, Malino

Siera Sky View di kawasan Malino, Kabupaten Gowa, menjadi salah satu pilihan wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati udara sejuk dan panorama dataran tinggi.

Destinasi ini menawarkan pemandangan alam yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun teman. Pengunjung juga bisa memanfaatkan sejumlah sudut kawasan untuk berfoto dan bersantai.

Malino sendiri dikenal sebagai kawasan wisata pegunungan yang memiliki udara relatif sejuk dibandingkan wilayah perkotaan.

Perjalanan ke kawasan ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menghabiskan akhir pekan jauh dari hiruk-pikuk Kota Makassar.

3. Cimory Dairyland Farm Theme Park, Gowa

Wisata keluarga juga dapat menjadi pilihan saat berkunjung ke Sulawesi Selatan.

Cimory Dairyland Farm Theme Park di Kabupaten Gowa menawarkan konsep rekreasi yang memadukan suasana peternakan dan aktivitas wisata keluarga.

Destinasi seperti ini dapat menjadi alternatif bagi orang tua yang ingin mengajak anak-anak berlibur sekaligus menikmati pengalaman rekreasi dengan suasana berbeda.

Sebelum berkunjung, wisatawan disarankan memeriksa informasi terbaru mengenai jam operasional, harga tiket, dan fasilitas yang tersedia.

4. Pantai Tanjung Bira, Bulukumba

Pantai Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba masih menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang patut masuk dalam daftar perjalanan pada 2026.

Pantai ini dikenal dengan hamparan pasir putih dan air laut berwarna biru kehijauan.

Wisatawan dapat menikmati pemandangan laut, bersantai di tepi pantai, serta menjelajahi sejumlah kawasan wisata bahari di sekitarnya.

Selain panorama alam, Bulukumba juga dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi pembuatan kapal pinisi.

Kombinasi wisata pantai dan budaya maritim menjadikan kawasan ini menarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

5. Tebing Apparalang, Bulukumba

Masih berada di Kabupaten Bulukumba, Tebing Apparalang menawarkan pemandangan laut lepas dari kawasan tebing.

Berbeda dengan pantai berpasir, destinasi ini menghadirkan lanskap berupa tebing batu yang berbatasan langsung dengan perairan laut.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam sekaligus mengabadikan momen liburan.

Pengunjung tetap perlu memperhatikan keselamatan, terutama ketika berada di dekat tepi tebing atau kawasan yang licin.

6. Lappa Laona, Barru

Lappa Laona di Kabupaten Barru menawarkan suasana perbukitan dengan hamparan padang rumput yang luas.

Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang menyukai panorama alam terbuka dan ingin menikmati suasana berbeda dari wisata pantai.

Bentang alam perbukitan menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin berfoto, bersantai, atau menikmati perjalanan bersama keluarga dan teman.

Wisatawan sebaiknya menyiapkan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca serta memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum melakukan perjalanan.

7. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menjadi pilihan bagi pencinta wisata alam dan edukasi.

Kawasan konservasi di Kabupaten Maros ini dikenal dengan air terjun, gua, bentang alam karst, serta keanekaragaman hayatinya.

Bantimurung juga mendapat julukan sebagai kerajaan kupu-kupu karena kekayaan spesies kupu-kupu yang menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut.

Wisatawan dapat menikmati pemandangan alam sekaligus mengenal keanekaragaman hayati Sulawesi Selatan.

Karena merupakan kawasan konservasi, pengunjung perlu menjaga kebersihan dan mematuhi ketentuan yang berlaku di area wisata.

8. Negeri di Atas Awan Lolai, Toraja Utara

Bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam dari dataran tinggi, kawasan Lolai di Kabupaten Toraja Utara dapat menjadi pilihan.

Destinasi yang dikenal dengan sebutan Negeri di Atas Awan ini menawarkan panorama perbukitan dan hamparan awan yang dapat terlihat pada kondisi cuaca tertentu.

Waktu kunjungan menjadi salah satu faktor penting untuk menikmati pemandangan tersebut. Wisatawan biasanya mengincar pagi hari ketika kabut dan awan menyelimuti kawasan perbukitan.

Selain panorama alam, perjalanan ke Toraja Utara juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya masyarakat Toraja.

9. Kete Kesu, Tana Toraja

Kete Kesu merupakan destinasi wisata budaya yang dikenal dengan deretan rumah adat Tongkonan dan peninggalan tradisi masyarakat Toraja.

Kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan wisata alam karena pengunjung dapat mengenal arsitektur tradisional, sejarah, dan kehidupan budaya setempat.

Kete Kesu dapat dimasukkan dalam rencana perjalanan bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata alam dengan wisata budaya.

Pengunjung diharapkan menghormati adat istiadat setempat dan mengikuti aturan yang berlaku selama berada di kawasan tersebut.

10. Danau Matano, Luwu Timur

Danau Matano di Kabupaten Luwu Timur menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan Sulawesi Selatan bagian timur.

Danau ini dikenal dengan airnya yang jernih serta panorama perbukitan yang mengelilinginya.

Suasana alam di sekitar danau menawarkan pengalaman liburan yang berbeda dari destinasi pantai maupun kawasan pegunungan.

Wisatawan dapat merencanakan perjalanan untuk menikmati pemandangan danau sekaligus mengenal potensi wisata alam di Kabupaten Luwu Timur.

Karena jaraknya dari Makassar cukup jauh, perjalanan menuju kawasan ini sebaiknya direncanakan dengan memperhitungkan waktu tempuh dan kebutuhan akomodasi.

Pilihan Wisata Sulsel untuk Berbagai Kebutuhan Liburan

Beragam destinasi tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki potensi wisata yang tidak terbatas pada satu jenis perjalanan.

Wisatawan yang menyukai pantai dapat memilih Tanjung Bira dan Tebing Apparalang di Bulukumba. Sementara itu, pencinta alam dapat menjelajahi Rammang-Rammang, Bantimurung Bulusaraung, Lappa Laona, hingga Danau Matano.

Bagi yang menginginkan udara sejuk dan panorama dataran tinggi, Malino serta Lolai dapat menjadi alternatif. Adapun wisatawan yang tertarik pada sejarah dan tradisi lokal dapat memasukkan Kete Kesu dalam rencana perjalanan.

Sebelum berangkat, wisatawan disarankan memastikan kondisi akses jalan, cuaca, tarif tiket, jam operasional, dan ketersediaan fasilitas melalui pengelola atau sumber informasi resmi setempat.

Dengan perencanaan yang baik, perjalanan wisata di Sulawesi Selatan pada 2026 dapat menjadi kesempatan untuk menikmati keindahan alam sekaligus mengenal kekayaan budaya daerah.