JI, MAKASSAR – Pengadaan beras secara nasional tembus 4 juta ton sepanjang 2026 ini, Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyumbang 20 persen serapan beras atau terbesar kedua kontribusinya dalam menyerap beras petani.
Perum Bulog Sulselbar pun menggelar tasyukuran atas pencapaian yang telah diraih serta meminta doa agar beras-beras yang ada di gudang tetap aman dan layak konsumsi, Jumat (9/10/2026).
Pimpinan Wilayah Bulog Sulsel dan Sulbar, Fahrurozi, menyatakan pengadaan beras secara nasional tak lepas dari peran pemerintah dan mitra terutama dukungan Presiden Prabowo Subianti.
Bulog Sulselbar sendiri, sudah melampaui target serapan pada 2026 ini, yakni 697 ribu ton.
“Capaian pengadaan Sulsel mencapai 771.000 ton dan itu menopang hampir kalau dikatakan hampir lebih dari 20% capaian secara nasional yang 4 juta ton. Jadi dari 4 juta capaian nasional, itu 771-nya dari Sulawesi Selatan dan terbesar kedua setelah Jawa Timur,” ucap Fahrurozi.
Ia memastikan, stok beras Bulog yang kini menyentuh 966 ribu ton aman dan tetap layak dikonsumsi dan cukup untuk konsumsi selamat 11 bulan kedepan.
“Dalam hal perawatan, kami juga bekerja sama dengan anak perusahaan kami namanya Jurudatasma untuk memantau manakala ada laporan dari petugas-petugas kami yang kami rekrut, itu ada kejadian atau berasnya mungkin ada yang kebocoran, ada yang mungkin mengalami kerusakan. Kami segera lakukan tindakan perbaikan untuk kemudian kami olah kembali,” jelas Fahrurozi.
Petani hingga mitra Bulog juga sangat berperan dalam penyerapan gabah di lapangan, terutama pada TNI dan Polri.
“Ucapan terima kasih ini tentu tidak afdol kalau enggak kita sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, dan Bapak Menteri Pertanian atas arahan, dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan dan percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional,” kata Fahrurozi.
“Tentu juga petani Indonesia, khususnya petani-petani di Provinsi Sulawesi Selatan yang atas kerja kerasnya dan kontribusinya sehingga kita bisa merealisasikan swasembada pangan berkelanjutan,” lanjutnya. (*)






