TANJUNGPINANG – Industri media siber menghadapi perubahan besar seiring bergesernya perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi dan berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kondisi ini mendorong perusahaan pers memperkuat kualitas jurnalistik agar tetap relevan dan dipercaya publik.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Citra Dyah Prastuti mengatakan media perlu memahami karakter audiens sebelum menentukan konten yang disajikan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat kini tidak hanya dipenuhi melalui portal berita, tetapi juga media sosial dan konten kreator.
“Karena itu, media harus mengenali siapa audiens, dengan menyajikan konten-konten yang berguna untuk publik,” kata Citra saat perayaan HUT ke-5 AMSI Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Minggu.
AI Mengubah Cara Informasi Diproduksi
Perkembangan AI turut mengubah lanskap industri media. Teknologi tersebut mampu mengolah dan merangkum informasi dalam waktu singkat sehingga perusahaan pers perlu memperkuat aspek jurnalistik yang tidak sekadar mengandalkan kecepatan produksi konten.
Citra menilai verifikasi menjadi salah satu kekuatan utama media. Jurnalis tetap perlu mengecek informasi, mendatangi lokasi kejadian, serta memastikan fakta sebelum sebuah berita diterbitkan.
“Kerja jurnalistik yang dilakukan melalui verifikasi, pengecekan fakta, dan peliputan langsung menjadi bagian penting guna menjaga kredibilitas media di tengah derasnya arus informasi digital,” ujarnya.
Kerja tersebut menjadi pembeda antara produk jurnalistik dengan informasi yang beredar tanpa proses pemeriksaan. Ketika arus informasi semakin cepat, akurasi justru menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pembaca.
AMSI Ingatkan Tanggung Jawab Media
Ketua AMSI Kepulauan Riau Jailani mengatakan peringatan HUT ke-5 organisasi tersebut menjadi momentum bagi perusahaan pers untuk melihat kembali tantangan industri media yang terus bergerak.
Ia menekankan bahwa media memiliki tanggung jawab kepada publik, bukan hanya kepada kepentingan internal perusahaan.
“Realitas pada hari ini, banyak media yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Tanggung jawab media bukan kepada media itu sendiri, tapi kepada publik,” kata Jailani.
Menurut Jailani, perubahan kondisi bisnis media tidak boleh mengurangi komitmen perusahaan pers dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang.
Saat ini, AMSI Kepulauan Riau memiliki 12 anggota media siber, yakni Angkaberita.id, Batampos.co.id, Ulasan.co, TribunBatam.id, Batamnews.co.id, Presmedia.id, Kepripedia.com, HarianKepri.com, Beritaibukota.com, Inikepri.com, Gurindam.id, dan Mejaredaksi.co.id.
Media dan Pemerintah Diminta Bersinergi
Jailani mengatakan keberlangsungan industri media membutuhkan sinergi berbagai pihak. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat memiliki peran dalam membangun ekosistem pers.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, mempromosikan daerah, sekaligus membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar.
Ansar berharap media dapat ikut mencegah penyebaran berita bohong melalui pemberitaan yang edukatif dan informatif.
“Media dan pemerintah bagai dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kami berharap media bisa sebagai sarana edukasi dan informasi bagi masyarakat,” kata Ansar.
Perayaan HUT ke-5 AMSI Kepulauan Riau juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh, lembaga, dan organisasi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi mereka dalam memperkuat ekosistem media siber di Kepulauan Riau. (*)






