Bayi Ditemukan Tewas dalam Ransel di Kukar, Polisi Amankan Ibu

Bayi Ditemukan Tewas dalam Ransel di Kukar, Polisi Amankan Ibu.
Lokasi penemuan jasad bayi di Kutai Kartanegara. Polisi mengamankan ibu bayi untuk menjalani pemeriksaan.

KUTAI KARTANEGARA — Warga Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), digegerkan penemuan jasad bayi dalam sebuah ransel yang tergantung di dapur rumah, Senin (21/9/2026).

Polisi mengungkap bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup pada Jumat (18/9). Penyidik kemudian mengamankan ibu bayi berinisial NJE (19) setelah penyelidikan mengarah kepadanya.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas mengatakan NJE melahirkan seorang diri sekitar pukul 12.00 Wita. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, bayi lahir secara normal dan dalam keadaan hidup.

“Kalau keterangan pelaku awalnya bayi itu masih hidup. Betul-betul lahir secara normal dalam keadaan bayi itu hidup,” kata Rizky saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Jasad Bayi Disimpan dalam Ransel

Polisi menyebut NJE panik setelah melahirkan. Dalam kondisi tersebut, tersangka melakukan tindakan yang kemudian menyebabkan bayi meninggal dunia.

Setelah bayi tidak bernyawa, NJE membersihkan jasad dan pakaian bayi. Ia kemudian memasukkannya ke dalam ransel berwarna hitam-biru bersama kain dan pakaian.

Ransel tersebut selanjutnya digantung di bagian dapur rumah. Polisi memastikan rumah itu bukan tempat tinggal NJE.

Menurut Rizky, NJE bekerja sebagai karyawan di sebuah kedai yang berlokasi di rumah tersebut. Tempat itu disewa oleh bos NJE untuk menjalankan usaha.

“Dia tidak tinggal di situ, dia hanya karyawan yang mana rumah tersebut disewa oleh bos pelaku untuk usaha,” ujarnya.

Bau Tidak Sedap Mengungkap Keberadaan Jasad

Keberadaan jasad bayi baru diketahui tiga hari setelah kelahiran. Seorang saksi mencium bau tidak sedap dari sekitar rumah pada Senin (21/9).

Saksi kemudian memeriksa sumber bau tersebut. Dari pemeriksaan awal, saksi menemukan ransel yang bagian bawahnya mengeluarkan tetesan darah.

“Saksi yang pertama kali mengetahui itu merasa ada keanehan, kok ada bau bangkai. Setelah dilakukan pengecekan, didapati tas yang di bawahnya ada tetesan darah,” kata Rizky.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi Amankan Ibu Bayi

Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada NJE. Petugas akhirnya mengamankan perempuan berusia 19 tahun tersebut di rumahnya yang berada di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Polisi masih mendalami perkara tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan kondisi tersangka saat kejadian. Penanganan perkara dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik.

Kasus penemuan jasad bayi tersebut kini ditangani Polsek Tenggarong Seberang. Polisi juga masih melengkapi penyidikan sebelum menentukan proses hukum selanjutnya terhadap tersangka. (*)