Journalist Independent, MAKASSAR — Angka perceraian di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan variasi di setiap kabupaten dan kota. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel 2025 yang dirangkum Journalist Independent, Makassar menempati urutan pertama dengan 1.895 kasus perceraian, disusul Kabupaten Bone dengan 1.113 kasus.
Data tersebut juga memperlihatkan jumlah pernikahan di masing-masing daerah. Makassar mencatat 6.977 pernikahan sepanjang 2025, sedangkan Bone membukukan 5.013 pernikahan. Kedua daerah ini berada di posisi teratas dalam daftar jumlah perceraian sekaligus memiliki angka pernikahan yang tinggi.
Kabupaten Pinrang menempati urutan berikutnya dengan 691 kasus perceraian dan 2.878 pernikahan. Sementara itu, Kabupaten Wajo mencatat 1.017 perceraian dan 2.665 pernikahan. Jumlah perceraian di Wajo lebih tinggi dibandingkan Pinrang, meskipun jumlah pernikahannya lebih rendah.
Kabupaten Luwu juga masuk dalam daftar tersebut dengan 605 perceraian dan 2.156 pernikahan. Adapun Luwu Utara mencatat 552 perceraian dan 1.962 pernikahan pada 2025.
BPS Sulsel turut menyoroti data pernikahan dan perceraian di Luwu Utara. Dalam unggahan resminya, BPS menuliskan, “Pada Tahun 2025, tercatat jumlah pernikahan dan perceraian di setiap kabupaten atau kota di Sulawesi Selatan menunjukkan angka yang beragam. Khususnya di Luwu Utara, tercatat 1.982 pernikahan dan 552 perceraian pada 2025,”
Namun, terdapat perbedaan angka pernikahan Luwu Utara dalam data yang disajikan. Daftar 10 daerah mencantumkan 1.962 pernikahan, sedangkan kutipan unggahan BPS menyebut 1.982 pernikahan. Perbedaan ini perlu diperiksa kembali melalui sumber data asli agar angka yang dipublikasikan akurat.
Di wilayah Luwu Raya lainnya, Kabupaten Luwu Timur mencatat 517 perceraian dan 1.577 pernikahan. Sementara itu, Kota Parepare membukukan 395 perceraian dan 1.043 pernikahan, disusul Kota Palopo dengan 369 perceraian dan 969 pernikahan.
Data tersebut memunculkan beragam tanggapan dari warga di media sosial. Salah satunya datang dari akun @supyan.umar yang menyoroti perbandingan angka perceraian dan pernikahan di Parepare serta Palopo.
“Perbandingan Parepare dan Palopo ngeri. Sekitar 40% dari pasangan yangg menikah bercerai,” terangnya.
Komentar lain disampaikan akun @wisnuadiagung yang mempertanyakan posisi Kabupaten Gowa dalam daftar tersebut.
“Gowa banyak penduduknya tapi nda masuk 10 besar,” ungkap akun @wisnuadiagung.
Meski demikian, jumlah perceraian dan pernikahan dalam satu tahun tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa persentase pasangan yang menikah pada tahun yang sama kemudian bercerai mencapai angka tertentu. Kedua data tersebut merupakan jumlah kejadian dalam periode yang sama, bukan pelacakan terhadap pasangan yang sama.
Berikut daftar 10 daerah di Sulawesi Selatan dengan angka perceraian tertinggi pada 2025 berdasarkan data yang disajikan:
- Makassar: 1.895 perceraian dan 6.977 pernikahan.
- Bone: 1.113 perceraian dan 5.013 pernikahan.
- Pinrang: 691 perceraian dan 2.878 pernikahan.
- Wajo: 1.017 perceraian dan 2.665 pernikahan.
- Pangkep: 426 perceraian dan 2.326 pernikahan.
- Luwu: 605 perceraian dan 2.156 pernikahan.
- Luwu Utara: 552 perceraian dan 1.962 pernikahan.
- Luwu Timur: 517 perceraian dan 1.577 pernikahan.
- Parepare: 395 perceraian dan 1.043 pernikahan.
- Palopo: 369 perceraian dan 969 pernikahan.
Data tersebut menunjukkan jumlah perceraian yang tercatat di sejumlah daerah di Sulsel selama 2025. Untuk memahami faktor di balik angka tersebut, diperlukan data tambahan, termasuk penyebab perceraian, kelompok usia, serta perkembangan jumlah kasus dari tahun ke tahun.






