NEWS  

Kualitas Udara di Makassar Makin Tak Sehat Akibat Karhutla

Journalist Independent
Kualitas udara di Makassar masuk dalam kategori tidak sehat. (dok. Paril/JI)

JI, MAKASSAR — Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin memburuk-tidak sehat sejak Kamis (8/10/2026). Sebelumnya memang kualitas udara di kota ini masuk dalam kategori kurang sehat akibat kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar (Sulsel), Rizky Yudha, menyatakan bahwa selain kiriman asap dari luar Sulsel, termasuk dari Kalimantan dan Papua, asap yang ada di Sulsel sendiri juga berdampak.

Kualitas udara yang kurang sehat ini terjadi sejak beberapa hari lalu, namun kini naik konsentrasi polutan dan berada di kategori tidak sehat.

“Jadi data kualitas udara PM 2,5 memang terjadi kenaikan konsentrasi sejak kemarin malam. Sebelumnya itu mulai turun, menjadi level sedang. Sejak malam tadi, naik lagi ke level tidak sehat, sampai siang ini terpantau kategori tidak sehat,” katanya kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).

Faktor Udara Tak Sehat

Rizky mengungkapkan, faktor utama memburuknya kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dipicu Karhutla di Kalimantan dan Papua. Selama Karhutla masih terjadi di sana, kualitas udara Sulsel masih akan terdampak.

“Selain potensi kiriman asap dari luar daerah Sulsel, dari Sulsel juga memberikan kontribusi atau sumbangsih bagi wilayah Makassar dan sekitarnya,” ungkapnya.

Di tengah kekeringan ini kata Rizky, kualitas udara di Makassar dan sekitarnya ini masih tetap sama.

Selain itu, arah angin juga berpengaruh terhadap volume asap yang dikirim ke Sulsel.

“Apalagi kalau belum adanya potensi hujan yang bisa membantu mengurangi kualitas udara ini, jadinya konsentrasi kurang baik masih bisa bertahan beberapa hari kedepan, tergantung juga arah anginnya, kalau misalkan arah angin belok tidak ke Sulsel, bisa (menurun),” jelas Rizky.

BMKG mengimbau masyarakat Makassar dan sekitarnya, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Ojol Diimbau Sesuaikan Aktivitas di Tengah Udara Sulsel Tak Sehat

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengimbau agar masyarakat yang banyak beraktivitas di luar, termasuk ojek online (Ojol) dapat menyesuaikan aktivitas di luar lantaran udara Sulsel kurang sehat beberapa waktu kedepan.

Kondisi udara kurang sehat ini dikarenakan adanya kiriman asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan dan Papua.

“Sehingga kita harus menyesuaikan, ketika ada pekerjaan kami himbau masyarakat yang aktivitasnya lebih banyak di luar. Terutama yang mungkin berkendara seperti teman-teman dari driver ojol ataupun kemudian pekerja bangunan, proyek dan sebagainya untuk senantiasa mengkondisikan dan menyesuaikannya,” kata Andi Sudirman kepada Herald, Senin (5/10/2026).

Ia juga menyampaikan kebakaran lahan dan hutan yang juga terjadi di Sulsel, termasuk di Maros sudah bekerja dengan membentuk Satgas Penggabungan. (ril)