NEWS  

Garuda Indonesia Rombak Besar-besaran, Ini Daftar Lengkap Bos Baru

Journalist Independent
Ilustrasi - Garuda Indonesia (IST)

JI, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) merombak jajaran direksi dan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (8/10/2026). Thomas Sugiarto Oentoro ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Glenny H. Kairupan, yang kini menempati posisi Komisaris Utama.

Perubahan manajemen tersebut mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari direktur operasi, direktur komersial, hingga direktur human capital. Perusahaan juga menetapkan susunan baru dewan komisaris di tengah upaya pemulihan kinerja maskapai pelat merah tersebut.

Sebelum diangkat menjadi direktur utama, Thomas menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia sejak Oktober 2025. Sementara itu, Glenny menggantikan Fadjar Prasetyo sebagai Komisaris Utama.

Perombakan juga menyentuh jajaran direksi. Eric Ferdinand Sofyal ditunjuk sebagai Direktur Operasi menggantikan Dani Haikal Iriawan.

Posisi Direktur Komersial kini dijabat Alan McIntyre. Jabatan tersebut sebelumnya dirangkap oleh Direktur Teknik, sedangkan Mukhtaris tetap menduduki posisi Direktur Teknik.

Di bidang sumber daya manusia, Dina Sandri Fani ditetapkan sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, menggantikan Frans Dicky Tamara.

Adapun Balagopal Kunduvara tetap menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Neil Raymond Mills juga melanjutkan tugasnya sebagai Direktur Transformasi.

Susunan Dewan Komisaris Ikut Berubah

Pada jajaran dewan komisaris, Glenny H. Kairupan dipercaya menjadi Komisaris Utama. Sugito Anjasmoro dan Chairal Tanjung tetap menjabat sebagai komisaris.

Garuda Indonesia juga menunjuk Jaan Albrecht dan Trey Urbahn sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, Mawardi Yahya tetap menduduki posisi Komisaris Independen.

Sehari sebelum RUPSLB, perusahaan turut menyampaikan perubahan susunan Komite Audit melalui keterbukaan informasi pada 7 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, Fadjar Prasetyo ditetapkan sebagai Ketua Komite Audit. Anggotanya terdiri atas Sugito Anjasmoro, Mawardi Yahya, Chairal Tanjung, M.Z. Abidin, dan Azhari Maulana.

Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia

Berikut susunan direksi dan dewan komisaris Garuda Indonesia berdasarkan informasi yang disampaikan dalam naskah ini.

Direksi

Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Komersial: Alan McIntyre
Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
Komisaris: Sugito Anjasmoro
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Komisaris Independen: Jaan Albrecht
Komisaris Independen: Trey Urbahn

Komite Audit

Ketua: Fadjar Prasetyo
Anggota: Sugito Anjasmoro, Mawardi Yahya, Chairal Tanjung, M.Z. Abidin, dan Azhari Maulana
Garuda Masih Berupaya Memulihkan Kinerja

Perombakan manajemen berlangsung ketika Garuda Indonesia Group masih menjalani proses pemulihan kinerja keuangan.

Pada semester I/2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar 1,80 miliar dolar AS, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, rugi bersih Garuda Indonesia Group turun 23,2 persen menjadi 113 juta dolar AS. Sementara itu, laba sebelum bunga dan pajak atau earnings before interest and taxes (EBIT) meningkat 12,7 persen menjadi 74 juta dolar AS.

Perbaikan sejumlah indikator tersebut terjadi meskipun beban bahan bakar pesawat atau avtur meningkat 43,6 persen.

Dengan perubahan susunan direksi dan komisaris, Garuda Indonesia memasuki fase baru pengelolaan perusahaan. Tantangan berikutnya adalah menjaga pertumbuhan pendapatan, menekan kerugian, dan memperkuat kinerja operasional di tengah tekanan biaya penerbangan. (*)