Indonesia Tutup Asian Games 2026 dengan 39 Medali dan Sembilan Rekor

Journalist Independent

JAKARTA – Perjuangan kontingen Indonesia di 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir dengan torehan positif. Selain melewati target medali emas, atlet Merah Putih juga mencatatkan sejumlah rekor yang memperkuat prestasi Indonesia di ajang olahraga terbesar Asia tersebut.

Indonesia menutup Asian Games 2026 dengan koleksi 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Jumlah tersebut melampaui target awal empat medali emas dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen akhir.

Lima emas Indonesia seluruhnya berasal dari cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Medali tersebut dipersembahkan oleh tim beregu putra bulu tangkis, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dari ganda putra, lifter Rahmat Erwin Abdullah, pemanjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi, serta atlet panahan Nurisa Dian Ashrifah.

Namun, pencapaian Indonesia tidak hanya diukur melalui jumlah medali. Sejumlah atlet juga menciptakan rekor di level Asian Games, Asia, hingga dunia.

Rahmat Erwin Catat Rekor Dunia

Salah satu penampilan paling menonjol datang dari Rahmat Erwin Abdullah pada nomor 75 kilogram putra angkat besi.

Rahmat tampil impresif dengan mencatat angkatan 206 kilogram pada clean & jerk. Ia kemudian membukukan total angkatan 366 kilogram.

Kedua catatan tersebut sekaligus menjadi rekor dunia, rekor Asia, dan rekor Asian Games.

Dengan demikian, Rahmat menghasilkan enam catatan rekor sekaligus. Tiga rekor berasal dari angkatan clean & jerk 206 kilogram dan tiga lainnya dari total angkatan 366 kilogram, masing-masing pada level dunia, Asia, dan Asian Games.

Pencapaian tersebut sekaligus mengantarkan Rahmat meraih medali emas untuk Indonesia.

Panjat Tebing Tambah Rekor

Cabang panjat tebing juga kembali memperlihatkan kekuatannya. Aditya Tri Syahri berhasil memperbarui rekor Asian Games pada nomor men’s speed.

Aditya mencatat waktu 4,62 detik, mempertajam rekor sebelumnya 4,95 detik yang dibuat Veddriq Leonardo pada Asian Games Hangzhou.

Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga menorehkan prestasi serupa. Ia meraih emas nomor women’s speed setelah mencatat waktu 6,062 detik.

Catatan tersebut sekaligus memperbarui rekor Asia dan rekor Asian Games. Sebelumnya, Desak memegang rekor Asia dengan waktu 6,07 detik yang dicatat di Meishan serta rekor Asian Games 6,52 detik di Hangzhou.

Torehan Sejarah dari Bulu Tangkis dan Panahan

Selain rekor, sejumlah prestasi Indonesia di Aichi-Nagoya juga menciptakan sejarah baru.

Medali emas beregu putra bulu tangkis mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 28 tahun untuk kembali menjadi juara Asian Games pada nomor tersebut.

Indonesia kemudian menambah emas dari sektor ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Sejarah lainnya tercipta dari cabang panahan. Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan medali emas Asian Games pertama bagi Indonesia dari cabang olahraga tersebut.

Hani, sapaan Nurisa, memastikan emas setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 pada final nomor compound individual putri.

Cabang Baru Ikut Berkontribusi

Prestasi Indonesia juga datang dari sejumlah cabang olahraga yang relatif baru tampil di Asian Games.

Teqball, padel, MMA, dan surfing turut menyumbangkan medali perak maupun perunggu. Hal ini menunjukkan semakin beragamnya cabang olahraga yang mampu memberikan kontribusi bagi kontingen Indonesia di tingkat Asia.

E-sports juga mencatatkan pencapaian tersendiri dengan meraih medali pertama sejak cabang tersebut mulai dipertandingkan secara resmi di Asian Games Hangzhou 2022.

Capaian Indonesia menjadi semakin berarti karena beberapa nomor yang sebelumnya menjadi sumber emas pada Hangzhou 2022 tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya. Di antaranya nomor 10 meter running target putra dan mixed serta dragon boat 1.000 meter putra.

CdM Apresiasi Perjuangan Tim Indonesia

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan ofisial, cabang olahraga, NOC Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pihak yang mendukung perjuangan kontingen selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua.

Menurut Todotua, perolehan lima medali emas menunjukkan Indonesia mampu melampaui target yang sebelumnya ditetapkan.

“Berdasarkan target yang diberikan Kemenpora, empat emas, maka Tim Indonesia dalam Asian Games ini bisa mencapai sebanyak lima emas,” imbuhnya.

Ia menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan konsolidasi antara Tim CdM, NOC Indonesia, Kemenpora, serta seluruh cabang olahraga yang tampil di Aichi-Nagoya.

“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh dengan tantangan. Tapi dengan koordinasi yang baik, dengan konsolidasi yang baik, kami dengan NOC, dengan Kemenpora dan khususnya para cabang olahraga yang mengikuti kompetisi ini, kita berkoordinasi dengan baik,” sebut Todotua.

Berbagai kendala nonteknis yang muncul selama penyelenggaraan juga disebut dapat diantisipasi sehingga tidak mengganggu fokus atlet saat bertanding.

“Segala sesuatu tantangan-tantangan yang ada, secara nonteknis bisa kita selesaikan dengan baik. Kami merasa sangat berbahagia dan puas karena kita bisa mengantisipasi segala kendala yang terjadi di Nagoya dan memastikan para atlet kita bisa berlaga, bertanding dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin,” ujar Todotua.

Bagi Indonesia, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bukan hanya tentang posisi di klasemen atau jumlah medali. Berbagai rekor dan prestasi bersejarah yang tercipta menjadi bagian dari perjalanan atlet Merah Putih dalam bersaing di level Asia.

Ajang tersebut juga menjadi momentum munculnya prestasi dari berbagai cabang olahraga sekaligus memperlihatkan potensi kekuatan baru Indonesia. Torehan di Aichi-Nagoya diharapkan menjadi bagian dari modal pembinaan atlet menuju berbagai kompetisi internasional berikutnya.