BANJARMASIN – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 belum berakhir. Setelah 21 hari operasi SAR, Basarnas memperluas wilayah pencarian hingga Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Kepala Basarnas Mohammad Syafii memastikan operasi pencarian tetap berjalan meski penyisiran bawah air telah berlangsung selama 20 hari. Basarnas kini mengarahkan operasi secara simultan melalui Kantor SAR Banjarmasin, Palangka Raya, dan Pontianak.
“Kesimpulan dapat kami sampaikan bahwa operasi SAR terhadap KM Virgo tetap dilaksanakan. Operasi SAR Nasional akan kita arahkan ke Kantor SAR Banjarmasin, Palangka Raya dan Pontianak,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Sabtu (3/10/2026) malam.
55 Korban Masih Dalam Pencarian
Perluasan wilayah pencarian dilakukan setelah tim SAR menemukan sejumlah petunjuk baru. Tim menemukan korban hingga wilayah Palangka Raya, Kalteng. Selain itu, petugas juga menemukan perahu karet di wilayah Kalbar.
Syafii mengatakan temuan tersebut membuat Basarnas menyesuaikan pola operasi. Tim tidak hanya mengandalkan pencarian di sekitar lokasi kapal, tetapi juga memperluas penyisiran ke wilayah yang diduga menjadi lokasi pergerakan korban.
“Operasi ini kita sesuaikan bahkan bisa dikatakan diperluas. Karena adanya temuan korban sampai Kalimantan Tengah bahkan, ditemukan perahu karet ada di wilayah Kalimantan Barat,” katanya.
Berdasarkan perkembangan hingga hari ke-21, sebanyak 188 orang telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan 80 korban meninggal dunia. Sementara itu, 55 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes.
Pencarian Bawah Air Dievaluasi
Operasi bawah air sebelumnya menjadi salah satu fokus utama tim SAR. Namun, setelah memasuki hari ke-19, penyelam tidak lagi menemukan korban di dalam kapal.
Meski hasil pencarian bawah air belum menemukan korban tambahan, Basarnas tidak menutup operasi. Tim tetap membuka kemungkinan adanya korban yang masih berada di dalam kapal maupun terbawa arus ke wilayah lain.
“Operasi ini tidak dihentikan, tidak ditutup. Karena kita meyakini bahwa di dalam kapal masih ada korban-korban yang bisa dievakuasi dan kita serahkan kepada keluarga dalam kondisi terhormat,” ujar Syafii.
Basarnas selanjutnya mengoptimalkan koordinasi antar-Kantor SAR. Operasi tetap berpusat di Banjarmasin, sementara Kantor SAR Palangka Raya dan Pontianak membantu pencarian di wilayah masing-masing.
Perluasan tersebut menjadi langkah terbaru dalam upaya menemukan 55 korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Tim SAR masih menyisir wilayah yang memiliki petunjuk terkait kemungkinan keberadaan korban. (*)






