Jabat Menko, Harta Bahlil Lahadalia Capai Rp344 Miliar, Tanah dan Bangunan Rp322 Miliar

Journalist Independent
Pemerintah Siapkan Roadmap E50, BBM Campur Etanol Ditargetkan Bertahap.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

JAKARTA — Bahlil Lahadalia kini menduduki jabatan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Di balik jabatan barunya, laporan harta kekayaan Bahlil menunjukkan total aset yang dilaporkannya mencapai Rp344,42 miliar.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025, Bahlil tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp344.415.518.982. Laporan tersebut disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Maret 2026, ketika Bahlil masih menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Komponen terbesar kekayaan Bahlil berasal dari tanah dan bangunan, dengan nilai mencapai Rp322.381.257.825 atau sekitar Rp322,4 miliar.

Dalam laporan tersebut, Bahlil tercatat memiliki 19 aset tanah dan/atau bangunan yang tersebar di sejumlah daerah. Sebanyak 14 aset berada di Jayapura, Papua.

Selain Jayapura, Bahlil memiliki dua aset tanah dan/atau bangunan di Jakarta Selatan. Masing-masing satu aset lainnya tercatat berada di Gianyar, Bali; Sragen, Jawa Tengah; dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu properti dengan nilai cukup besar berada di Gianyar, Bali. Aset tersebut berupa tanah seluas 2.000 meter persegi dengan bangunan seluas 1.500 meter persegi. Nilainya dalam LHKPN mencapai Rp53.550.000.000 atau sekitar Rp53,5 miliar.

Sementara itu, aset tanah dengan luas terbesar yang tercatat atas nama Bahlil berada di Jayapura. Tanah tersebut memiliki luas 3.500 meter persegi dengan nilai yang dilaporkan sebesar Rp830.106.375.

Selain properti, Bahlil melaporkan kepemilikan dua kendaraan.

Keduanya merupakan Toyota Harrier tahun 2007 senilai Rp44.217.000 dan Honda CR-V tahun 2010 senilai Rp31.059.000.

Jika digabungkan, nilai kedua kendaraan tersebut mencapai Rp75.276.000 atau sekitar Rp75,3 juta.

Bahlil juga tercatat memiliki surat berharga senilai Rp1.612.500.000 atau sekitar Rp1,6 miliar.

Sementara itu, komponen kas dan setara kas yang dilaporkannya mencapai Rp20.346.485.157 atau sekitar Rp20,3 miliar.

Dalam laporan tersebut, Bahlil tercatat tidak memiliki utang.

Setelah seluruh aset dan kewajiban diperhitungkan, total harta kekayaan Bahlil yang tercantum dalam LHKPN periodik 2025 mencapai Rp344.415.518.982.

Laporan kekayaan tersebut menjadi gambaran harta Bahlil berdasarkan LHKPN yang disampaikannya sebagai penyelenggara negara. LHKPN merupakan instrumen transparansi dan akuntabilitas penyelenggara negara, dengan data yang telah dipublikasikan dapat diakses masyarakat melalui layanan e-LHKPN KPK.

Sementara itu, Bahlil kini menempati posisi baru di pemerintahan setelah dilantik Prabowo sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Sebelum pelantikan, Bahlil telah menyampaikan kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, bahwa dirinya akan mendapat jabatan tersebut. Ia kemudian mengikuti prosesi pelantikan bersama sejumlah pejabat lain yang ditetapkan Presiden Prabowo.

Dengan jabatan barunya, Bahlil mendapat mandat untuk mengoordinasikan kebijakan pemerintah di bidang hilirisasi dan transisi energi.

Adapun berdasarkan LHKPN periodik 2025, total kekayaan Bahlil mencapai Rp344,4 miliar, dengan tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar, yakni sekitar Rp322,4 miliar. (bas)