Journalist Independent.com, MANCHESTER – Paris Saint-Germain (PSG) meraih kemenangan penting setelah membungkam Manchester City dengan skor 4-2 dalam pertandingan Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, Kamis (15/10). Hasil tersebut memperlihatkan efektivitas serangan tim asal Prancis itu sekaligus menghentikan catatan positif Manchester City di bawah asuhan Enzo Maresca.
PSG tampil agresif sejak awal pertandingan dan berhasil mencetak tiga gol pada babak pertama melalui Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha. Manchester City berusaha bangkit selepas turun minum dengan mengandalkan Erling Haaland, yang mencetak dua gol. Namun, Maghnes Akliouche memastikan keunggulan PSG tetap terjaga melalui golnya pada menit ke-63.
Laman resmi UEFA melaporkan, kemenangan ini memperpanjang catatan tidak terkalahkan PSG menjadi 12 pertandingan di Liga Champions. Sementara itu, Manchester City harus menerima kekalahan yang disebut sebagai hasil negatif pertama mereka sejak tumbang dalam pertandingan Community Shield pada awal musim.
Hasil ini menjadi pukulan bagi City yang bermain di hadapan pendukung sendiri. Sebaliknya, PSG memperoleh tambahan kepercayaan diri berkat keberhasilan memanfaatkan peluang dan menjaga keunggulan ketika tuan rumah meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua.
PSG langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Pergerakan para pemain depan membuat lini pertahanan Manchester City kesulitan menjaga ruang, terutama ketika pemain PSG memperoleh kesempatan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-13. Desire Doue mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti. Bola meluncur melewati jangkauan Donnarumma dan membawa PSG unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi awal dari tekanan beruntun PSG. Hanya berselang dua menit, Doue kembali berperan dalam terciptanya gol kedua timnya. Kali ini, pemain tersebut mengirimkan umpan silang ke tiang jauh yang disambut Ousmane Dembele dari jarak dekat.
Gol Dembele membuat PSG unggul 2-0 ketika pertandingan baru berjalan 15 menit. Keunggulan dua gol memberikan keuntungan bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan sekaligus memaksa Manchester City bekerja lebih keras dalam membangun serangan.
Manchester City berusaha merespons tekanan tersebut, tetapi PSG mampu mempertahankan organisasi permainan dan memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar pertahanan lawan.
Dominasi PSG kembali menghasilkan gol pada menit ke-32. Vitinha melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang mengarah ke sudut gawang Manchester City. Gol itu memperbesar keunggulan menjadi 3-0 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Manchester City mencoba mengubah jalannya pertandingan melalui pergantian tiga pemain sekaligus yang dilakukan Enzo Maresca. Perubahan tersebut membuat permainan tuan rumah lebih agresif dan memberikan tambahan tenaga dalam membangun serangan.
Upaya City membuahkan hasil pada menit ke-53. Erling Haaland berhasil memperkecil ketertinggalan setelah menyelesaikan umpan silang pemain pengganti Iliman N’Diaye.
Gol tersebut memberikan harapan bagi Manchester City untuk mengejar ketertinggalan. Dukungan suporter di Stadion Etihad turut menjadi dorongan bagi tuan rumah untuk meningkatkan tekanan terhadap pertahanan PSG.
Selain memperkecil skor, gol itu juga menambah catatan penting Haaland bersama Manchester City di kompetisi Eropa. Berdasarkan informasi pertandingan yang diberikan, Haaland telah melampaui catatan 36 gol Sergio Aguero di Liga Champions bersama klub tersebut.
Haaland mencapai torehan itu hanya dalam 41 penampilan, sedangkan Aguero membutuhkan 64 pertandingan. Perbandingan tersebut memperlihatkan produktivitas Haaland yang tinggi sejak bergabung dengan Manchester City dan menjadi salah satu andalan utama dalam urusan mencetak gol.
Meski demikian, kebangkitan City tidak berlangsung mulus. PSG tetap mampu menciptakan peluang dan memanfaatkan celah yang muncul ketika tuan rumah terlalu fokus mengejar ketertinggalan.
Pada menit ke-63, PSG kembali menjauh melalui gol Maghnes Akliouche. Ia melepaskan tembakan dari dekat area kotak penalti. Donnarumma sempat menepis bola, tetapi si kulit bundar tetap melewati garis gawang sehingga PSG unggul 4-1.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Manchester City karena tercipta ketika mereka mulai memperlihatkan peningkatan permainan. PSG kembali memiliki jarak tiga gol dan berada dalam posisi lebih nyaman untuk mengendalikan pertandingan.
Manchester City tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-75, Haaland kembali mencetak gol setelah menuntaskan umpan Bouaddi melalui tembakan mendatar. Gol keduanya membuat skor berubah menjadi 2-4.
Tambahan gol itu menjaga peluang City untuk memberikan tekanan hingga menit-menit akhir. Namun, selisih dua gol tetap menjadi tantangan besar bagi tuan rumah, terutama setelah PSG menunjukkan kemampuan menjaga keunggulan sepanjang pertandingan.






