Journalist Independent, PANGKEP – Ancaman kebakaran lahan di kawasan pegunungan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian.
Kebakaran dilaporkan terjadi di Gunung Bulu Bellange, wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balocci, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA berdasarkan informasi warga setempat.
Peristiwa tersebut mendorong pemerintah kelurahan mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran.
Warga juga diminta menghindari paparan asap dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru yang berpotensi memperluas kebakaran.
Lurah Kassi, Andi Cenrara Azis, menekankan pentingnya keselamatan warga di tengah situasi tersebut. Masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan berusaha memadamkan api sendiri apabila kondisi di lapangan membahayakan.
Imbauan ini menjadi penting mengingat kawasan Pangkep sebelumnya menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang meluas di kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.
Dalam kejadian sebelumnya, api menjalar ke sejumlah wilayah di Kecamatan Minasatene dan sempat mendekati kawasan permukiman.
Hingga informasi kebakaran Gunung Bulu Bellange diterima, penyebab munculnya api, luas lahan yang terbakar, serta perkembangan penanganannya masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait. Belum ada kepastian apakah kebakaran terbaru ini berkaitan dengan kejadian sebelumnya di kawasan Pangkep.
Warga Diminta Jauhi Titik Kebakaran
Andi Cenrara Azis mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran demi menghindari risiko terjebak api maupun terpapar asap.
Warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan arah angin yang dapat membawa asap menuju permukiman.
Masyarakat diminta menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama aktivitas yang melibatkan api di sekitar lahan kering dan kawasan vegetasi.
Apabila menemukan titik api, warga diharapkan segera menyampaikan informasi kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Pemerintah kelurahan juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Upaya pemadaman secara mandiri sebaiknya tidak dilakukan apabila api sudah membesar, asap semakin tebal, atau lokasi memiliki medan yang sulit dijangkau.
Keselamatan warga menjadi perhatian utama karena kebakaran di kawasan perbukitan dapat berkembang dengan cepat ketika angin bertiup kencang dan vegetasi dalam kondisi kering.
Selain mengancam lingkungan, asap kebakaran juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Kebakaran Pernah Meluas hingga Karst
Pangkep sebelumnya menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lesang, yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.
Kebakaran yang teridentifikasi sejak Rabu malam, 30 September 2026, tersebut meluas menuju kawasan karst Matojeng hingga Kampung Sabila di Kelurahan Minasatene.
Dalam laporan penanganan pada awal Oktober, luas kawasan yang terdampak sempat mencapai hampir 26 hektare.
Api bergerak melewati kawasan vegetasi kering dan sejumlah zona konservasi, termasuk area yang masuk zona inti taman nasional.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama pemadaman. Tebing terjal, celah batuan karst, serta lokasi titik api yang sulit dijangkau membuat petugas tidak dapat mendatangi seluruh sumber kebakaran secara langsung.
Tiupan angin kencang turut mempercepat pergerakan api. Bahkan, material batuan yang membara dan jatuh dari tebing berpotensi memicu titik api baru ketika mencapai vegetasi kering di bawahnya.
Situasi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman sekaligus penyekatan untuk menghambat pergerakan api ke wilayah lain.
Pengalaman penanganan kebakaran sebelumnya memperlihatkan bahwa kebakaran di kawasan karst membutuhkan kewaspadaan tinggi dan pemantauan berkelanjutan.
Meski demikian, belum ada informasi terkonfirmasi yang menunjukkan bahwa kebakaran Gunung Bulu Bellange pada 11 Oktober memiliki hubungan langsung dengan kebakaran Gunung Lesang pada akhir September.
Dalam penanganan kebakaran sebelumnya di Pangkep, petugas gabungan mengerahkan personel dari Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep, serta pemadam kebakaran PT Semen Tonasa. Dukungan juga melibatkan unsur TNI dan Polri dalam pemantauan situasi di lapangan.
Kepala Balai TN Bantimurung-Bulusaraung, Abdul Rajab, sebelumnya menjelaskan bahwa petugas melakukan pemadaman langsung pada titik api yang bisa dijangkau.
Pasokan air dari petugas pemadam kebakaran membantu menekan penyebaran api di bagian bawah kawasan terdampak.
“Pemadaman dilakukan langsung pada titik api untuk menekan sebaran kebakaran,” kata Rajab dalam keterangannya mengenai penanganan kebakaran sebelumnya.
Petugas juga melakukan pendinginan pada area yang telah dipadamkan untuk mencegah bara kembali menyala. Penyekatan dilakukan pada jalur yang berpotensi menjadi lintasan api menuju permukiman.
Pada kejadian sebelumnya, jarak titik api terdekat dengan kawasan masyarakat dilaporkan sekitar 150 meter.
Kedekatan tersebut membuat petugas harus terus memantau perkembangan api meskipun pemadaman telah dilakukan.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, personel juga menggunakan peralatan pemadam portabel, termasuk pompa punggung. Namun, keselamatan petugas tetap menjadi pertimbangan ketika menghadapi tebing curam dan celah karst yang berisiko.
Penyebab Kebakaran
Untuk kebakaran yang dilaporkan terjadi di Gunung Bulu Bellange, masyarakat masih menunggu informasi resmi mengenai penyebab kejadian, luas area terdampak, serta langkah penanganan yang sedang berlangsung.
Warga di sekitar kawasan diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengutamakan laporan langsung kepada aparat atau petugas berwenang apabila melihat api maupun asap yang mencurigakan.
Masyarakat juga perlu mengurangi paparan asap dengan menjauh dari lokasi kebakaran dan membatasi kegiatan di luar ruangan apabila asap mulai memasuki permukiman. Jika mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan setelah terpapar asap, warga sebaiknya segera mencari bantuan medis.
Pemerintah kelurahan mengingatkan bahwa respons cepat masyarakat dapat membantu petugas memperoleh informasi awal mengenai titik kebakaran. Namun, pemadaman tetap perlu dilakukan oleh personel yang memiliki peralatan dan kemampuan sesuai kondisi lapangan.
Perkembangan kebakaran Gunung Bulu Bellange masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Kepastian mengenai kondisi api dan dampaknya terhadap kawasan hutan maupun permukiman akan bergantung pada hasil pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak yang menangani kejadian tersebut. (*)






