JI, JAKARTA – Mengonsumsi teh chamomile sebelum tidur dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu tubuh lebih rileks. Minuman herbal yang secara alami bebas kafein ini kerap dijadikan bagian dari rutinitas malam untuk mendukung kualitas tidur.
Tidur yang cukup dan berkualitas berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Namun, tidak semua orang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lesu saat bangun pagi. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan dan penurunan kualitas hidup.
Dalam publikasi EatingWell pada Kamis (8/10), ahli gizi Liz Shaw, M.S., RDN, CPT, menjelaskan bahwa secangkir teh chamomile dapat menjadi tambahan sederhana dalam rutinitas menjelang tidur.
“Jika Anda menyukainya, secangkir teh chamomile dapat menjadi tambahan sederhana untuk rutinitas tidur Anda. Cukup periksa labelnya: chamomile murni secara alami bebas kafein, sementara campuran mungkin mengandung teh berkafein atau bahan lainnya,” ujar Shaw.
Kapan Sebaiknya Minum Teh Chamomile?
Ahli gizi terdaftar Kelsey Kunik, RDN, menyebutkan bahwa mengonsumsi teh chamomile sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur dapat menjadi pilihan yang masuk akal.
Waktu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari rutinitas relaksasi malam. Selain memberi kesempatan untuk bersantai sebelum tidur, jeda ini juga membantu mengurangi kemungkinan seseorang harus terbangun untuk buang air kecil pada tengah malam.
Meski demikian, belum ada waktu konsumsi yang secara khusus terbukti paling efektif untuk membantu tidur. Karena itu, teh chamomile sebaiknya dipandang sebagai bagian dari kebiasaan tidur yang sehat, bukan sebagai jaminan seseorang akan langsung terlelap atau tidur lebih lama.
“Penelitian saat ini tidak menyoroti waktu spesifik untuk minum teh chamomile, tetapi satu atau dua jam sebelum tidur, sebagai bagian dari rutinitas relaksasi malam Anda, dapat memberi senyawa tersebut cukup waktu untuk bekerja tanpa meningkatkan jumlah waktu Anda perlu bangun untuk menggunakan kamar mandi di tengah malam,” kata Kunik.
Ia juga menjelaskan bahwa dosis teh chamomile yang pasti untuk meningkatkan kualitas tidur masih sulit ditentukan. Pasalnya, penelitian klinis menggunakan dosis, ekstrak, dan seduhan yang beragam.
Salah satu senyawa dalam chamomile yang menjadi perhatian adalah apigenin. Menurut Kunik, senyawa ini dapat berikatan dengan reseptor tertentu di otak yang berkaitan dengan pengaturan aktivitas sistem saraf.
Salah satunya adalah reseptor yang berhubungan dengan asam gamma-aminobutirat atau GABA, neurotransmiter yang berperan penting dalam sistem saraf pusat. Interaksi tersebut berpotensi membantu tubuh merasa lebih rileks.
Apigenin juga diketahui dapat berinteraksi dengan reseptor benzodiazepin. Mekanisme ini diperkirakan berkontribusi terhadap kemungkinan efek menenangkan dari chamomile.
Namun, potensi efek tersebut tidak berarti teh chamomile memiliki khasiat yang sama dengan obat penenang atau dapat menggantikan penanganan medis untuk gangguan tidur.
Cara Memasukkan Teh Chamomile ke Rutinitas Malam
Bagi yang ingin mencobanya, teh chamomile dapat diminum sekitar 60 menit sebelum waktu tidur atau disesuaikan dengan rutinitas malam masing-masing. Pilih produk yang kandungannya jelas dan pastikan tidak ada tambahan teh berkafein jika tujuannya membantu tubuh bersiap untuk tidur.
Selain itu, upayakan tidur dan bangun pada jam yang konsisten, batasi paparan cahaya dari perangkat elektronik menjelang tidur, serta hindari minuman berkafein pada sore dan malam hari.
Jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Teh chamomile dapat menjadi pelengkap rutinitas relaksasi, tetapi manfaatnya terhadap kualitas tidur tidak selalu sama pada setiap orang. (*)






