Anggaran BGN Susut Rp38 Triliun! Dana MBG Kini Tersisa Rp229 Triliun

Journalist Independent
Kasus Dugaan Keracunan MBG Sepanjang September Tembus 6.118 Orang
Ilustrasi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan untuk penerima manfaat di sekolah.

JI, JAKARTA – Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami efisiensi sekitar Rp38 triliun. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, pagu efektif lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut kini menjadi Rp229 triliun, turun dari pagu awal tahun sebesar Rp268 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto, mengatakan penyesuaian anggaran tersebut merupakan bagian dari kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa upaya pembenahan program BGN tetap menjadi perhatian.

“Pada awal tahun DIPA, pagu anggaran dari BGN itu Rp268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp229 triliun, jadi sekitar Rp38 triliun sudah menjadi efisiensi,” kata Sudarto dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

Menurut Sudarto, pemerintah mendukung perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program BGN. Penyesuaian anggaran tidak semata-mata bertujuan menghemat belanja, tetapi juga memastikan program berjalan lebih efektif dan menghasilkan manfaat sesuai target.

“Pada prinsipnya, kami sangat mendukung beberapa perbaikan yang terus dilakukan oleh BGN. Tapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan yang sangat baik tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan,” ujarnya.

Di tengah penyesuaian pagu anggaran tersebut, realisasi belanja program Makan Bergizi Gratis telah mencapai Rp153,2 triliun hingga akhir September 2026. Program itu dilaporkan telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat.

Besarnya realisasi anggaran dan cakupan penerima membuat efektivitas pelaksanaan MBG menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan belanja BGN. Pemerintah perlu memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai sasaran dan menghasilkan manfaat yang diharapkan.

Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyampaikan kemungkinan efisiensi anggaran MBG lebih lanjut. Setelah berdiskusi dengan Kepala BGN yang baru, Purbaya menilai anggaran program tersebut berpotensi ditekan hingga di bawah Rp200 triliun pada tahun ini.

“Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya wacana efisiensi lanjutan terhadap anggaran MBG. Namun, angka di bawah Rp200 triliun yang disampaikan Purbaya merupakan potensi penghematan yang ia sebutkan, bukan angka pemangkasan tambahan yang otomatis telah ditetapkan.

Dengan pagu efektif BGN sebesar Rp229 triliun, perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kebijakan anggaran pemerintah serta langkah perbaikan dalam pelaksanaan program. (*)