PALEMBANG — Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, menunda delapan penerbangan pada Sabtu akibat kondisi jarak pandang yang berada di bawah standar minimal keselamatan penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, delapan penerbangan yang terdampak terdiri atas empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan.
“Penundaan ini terjadi akibat visibility below minimal atau jarak pandang di bawah standar minimal penerbangan,” kata Ahmad Syaugi dalam keterangannya di Palembang, Sabtu (3/10/2026).
Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di sekitar bandara tercatat hanya sekitar 600 meter. Kondisi ini membuat sejumlah penerbangan harus ditunda demi memastikan operasional penerbangan tetap memenuhi standar keselamatan.
Empat penerbangan yang terdampak saat akan tiba di Bandara SMB II Palembang yakni:
QG 980 rute Jakarta–Palembang, yang mengalami return to base (RTB);
IU 933 rute Yogyakarta–Palembang;
IU 924 rute Jakarta–Palembang; dan
GA 102 rute Jakarta–Palembang.
Sementara itu, empat penerbangan keberangkatan dari Palembang yang mengalami penundaan yakni:
– QG 981 rute Palembang–Jakarta;
– IU 964 rute Palembang–Jakarta;
– IU 871 rute Palembang–Jakarta; dan
– GA 107 rute Palembang–Jakarta.
– Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas
Pihak pengelola Bandara SMB II terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan kelayakan operasional penerbangan hingga kondisi kembali memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Ahmad menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas selama kondisi jarak pandang belum memenuhi batas minimal penerbangan.
Para pengguna jasa penerbangan juga diimbau untuk terus memantau informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing.
Penumpang disarankan mengikuti informasi resmi dari maskapai terkait perubahan jadwal, penundaan, maupun perkembangan penerbangan akibat kondisi cuaca di Bandara SMB II Palembang. (*)





