Puluhan Pelajar Kendari Diduga Keracunan MBG, BGN Perketat Pemeriksaan Makanan

57 Pelajar Kendari Keluhkan Gangguan Kesehatan Usai Terima MBG

KENDARI — Sebanyak 57 pelajar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami keluhan kesehatan setelah menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian tersebut mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan pelaksanaan MBG di Kota Kendari. BGN mengevaluasi seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan pangan hingga distribusi makanan kepada para siswa.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari Mulyadi mengatakan pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut.

Meski demikian, evaluasi dilakukan untuk memastikan tidak ada kelalaian dalam proses penyediaan dan pengolahan makanan.

BGN Perketat Pengawasan MBG

Mulyadi menjelaskan pengawasan kini mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan MBG. Petugas akan memantau kualitas bahan baku, proses produksi, penyajian, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

BGN juga menerapkan pemeriksaan awal terhadap sampel makanan sebelum makanan disalurkan kepada siswa.

“Ini agar kami bisa menguji kelayakan makanan selama proses penyajian tidak terjadi kesalahan,” kata Mulyadi usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dikutip Antara, Rabu 23 September.

Menurut Mulyadi, kejadian yang dialami 57 siswa menjadi perhatian serius karena keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program MBG.

BGN kemudian meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkatkan pengawasan pada setiap tahapan penyediaan makanan.

41 SPPG di Kendari Ikut Dievaluasi

Pengawasan tidak hanya menyasar proses produksi makanan. BGN juga mengecek aspek administrasi dan sanitasi SPPG yang menjalankan program MBG.

Saat ini, terdapat 41 SPPG di Kota Kendari yang masuk dalam pengawasan. Salah satu aspek yang diperiksa yakni kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain itu, BGN meminta sekolah mengetahui kondisi kesehatan setiap siswa sebelum makanan dibagikan. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi siswa yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu.

“Sementara untuk mencegah adanya gangguan kesehatan para penerima manfaat, kami akan meminta pihak sekolah mengetahui kondisi kesehatan para siswa, jangan sampai ada yang alergi makanan tertentu,” ujar Mulyadi.

DPRD Minta SPPG Diperiksa Setiap Bulan

Ketua Komisi I DPRD Kendari La Ode Ashar turut meminta pengawasan terhadap seluruh SPPG dilakukan secara rutin.

Ia mengusulkan inspeksi terhadap 41 SPPG dilaksanakan setiap bulan. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada proses pengolahan makanan, tetapi juga mencakup kondisi fasilitas serta pengelolaan limbah.

Menurut Ashar, pemeriksaan berkala penting untuk memastikan seluruh SPPG tetap memenuhi standar kelayakan dan menjalankan prosedur operasional yang berlaku.

“Sehingga kami harapkan tidak ada lagi korban serupa seperti yang dialami para siswa 57 orang ini,” ujar Ashar.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan program MBG di Kendari. Dengan pengawasan yang lebih ketat, makanan yang diberikan kepada siswa diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.