Di Sumatera Selatan, Kementerian Kehutanan bersama BMKG dan TNI melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca pada 16-25 Oktober 2026 untuk mendukung penanganan karhutla dan mengurangi konsentrasi asap. OMC menggunakan dry ice untuk membantu melemahkan lapisan inversi atmosfer yang menyebabkan asap tertahan di dekat permukaan. Apabila kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan hujan, operasi dapat dikombinasikan dengan penyemaian natrium klorida atau NaCl.
Pada Sabtu (17/10), dilakukan satu sortie penyemaian dry ice dan satu sortie penyemaian NaCl. Penyemaian dry ice menggunakan sekitar 800 kilogram bahan semai, sementara NaCl diarahkan pada potensi awan hujan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan. Pemantauan menunjukkan jarak pandang di Palembang mengalami perbaikan selama pelaksanaan operasi.
Namun, perkembangan tersebut tidak membuat penanganan dikurangi. OMC tetap ditempatkan sebagai bagian dari operasi terpadu bersama pemadaman darat, operasi udara, pemantauan kualitas udara dan penegakan hukum.
61 Armada Udara Tetap Disiagakan
Secara nasional, pemerintah tetap menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 44 unit untuk operasi water bombing. Operasi darat dilaksanakan melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, pemutusan kepala dan sisi api, penyekatan penjalaran, pembasahan, penyisiran bara, mopping up dan pendinginan.
Kondisi Udara Tetap Menjadi Perhatian
Berdasarkan pantauan kondisi udara berbasis PM2,5, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, masih terlihat kantong-kantong kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya secara lokal terutama pada sebagian wilayah Kalimantan serta sejumlah bagian Sumatera.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan hotspot tidak serta-merta diikuti pemulihan kualitas udara pada saat yang sama. Asap dari kebakaran gambut dapat bertahan dan berpindah mengikuti kondisi atmosfer sehingga pemadaman sumber api dan perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara memburuk diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.
Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, segera laporkan kepada petugas agar respons dapat dilakukan sedini mungkin.
Penurunan jumlah hotspot merupakan perkembangan positif, tetapi pekerjaan belum selesai hanya karena titik panas berkurang. Pengendalian terus dilakukan untuk memastikan api dan bara benar-benar padam, sumber asap berkurang, kualitas udara pulih, kawasan terlindungi, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.
Raja Antoni Tingkatkan Water Bombing
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni terus memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Hari ini, water bombing telah dilakukan 26 kali water bombing di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, Tanjung Puting.
Menhut Raja Antoni menyebut pada hari kemarin (17/10) operasi water bombing di Tanjung Puting dilakukan sebanyak 16 kali. Hari ini, operasi water bombing ditingkatkan menjadi 26 kali dan masih dilanjutkan pada siang hari.
“Water Bombing (WB) di Tanjung Puting, kemarin 16 WB, hari ini sementara 26 WB,” ujar Menhut Raja Antoni dikutip dari laman resmi Kemenhut.
Menhut Raja Antoni juga menjelaskan, terdapat enam helikopter water bombing yang berada di Kalimantan Tengah. Namun, helikopter tersebut belum dapat beroperasi karena jarak pandang yang terbatas di Bandara Tjilik Riwut.
Kondisi berbeda terdapat di Kuala Pembuang, Seruyan. Bandara tersebut memiliki jarak pandang yang lebih baik sehingga setelah dilakukan koordinasi, satu helikopter water bombing milik swasta Sinar Mas dapat beroperasi dari wilayah tersebut.
Selain itu, kekuatan operasi udara kembali bertambah dengan tibanya helikopter water bombing milik TNI AU dan helikopter Kementerian Kehutanan di Kuala Pembuang dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.
“Segala daya upaya terus diikhtiarkan termasuk mempertebal pasukan darat,” ujar Menhut Raja Antoni.
Sementara itu, Direktur Konservasi Kawasan Sapto Aji Prabowo mengatakan pemadaman wilayah Pesalat dan Teluk Pulai dimaksimalkan melalui jalur darat. Dengan perlengkapan pompa suplai, pompa apung, pompa jinjing, mini strike dan selang dalam jumlah yang memadai.
“Resor Pesalat dan Teluk Pulai , tim darat gabungan (TNTP, Manggala Agni, BKO Kemenhut, TNI, Polri, BPBD dan Relawan) terus memaksimalkan upaya pemadaman bersumber dari air sungai dan sumur bor,” ujar Sapto. (na)






