Putra asli Bontonompo, Kabupaten Gowa ini tumbuh dari birokrasi. Sebagian hidupnya dihabiskan di pemerintahan.
Sebenarnya, pada era Gubernur Nurdin Abdullah, Jufri sempat masuk dalam calon kuat Sekprov Sulsel kala itu, namun yang berhasil menjabat waktu itu adalah Abdul Hayat Gani.
Pendidikan
Ia merupakan Alumni SMA Negeri 159 Sungguminasa (1985), lalu Diploma III Pemerintahan, Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) (1988). Setelah itu, Jufri melanjutkan S1 Administrasi, Manajemen Pembangunan Perkotaan dan Daerah, STIA LAN (1995), lalu S2 Administrasi Publik, STIA LAN–Universitas Hasanuddin (2001).
Puncak pencapaian akademiknya diraih pada Desember 2024, ketika ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN-Kemendagri) dengan predikat cum laude dan IPK 3,869.
Disertasi yang ia pertahankan berjudul “Kepemimpinan Digital dalam Mewujudkan Reformasi Birokrasi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan”, yang menjadi kontribusi penting bagi pengembangan gagasan kepemimpinan birokrasi modern di daerah.
Dalam perjalanan kariernya, Jufri Rahman aktif memperkuat kapasitas melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
Ia mengikuti Latihan Gabungan Bela Negara pada tahun 2017, serta sebelumnya memperdalam keterampilan komunikasi dengan mengikuti Diklat Public Speaking pada tahun 2003.
Komitmennya dalam memahami dinamika pemerintahan juga diwujudkan dengan mengikuti Program Pembekalan tentang Hubungan Luar Negeri dalam rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah pada tahun 2002. Di bidang kehumasan dan keprotokolan, ia mengikuti pelatihan khusus pada periode 1997–1999, yang memperkaya kemampuannya dalam tugas-tugas strategis pemerintahan.
Selain itu, ia mengikuti Diklat Pola Kerja Terpadu pada tahun 1995, serta ditempa dengan kemampuan dasar kedisiplinan dan tanggap darurat melalui Laksar SAR tahun 1990 dan Diksar Militer pada tahun 1990.
Dikenal Punya Solusi
Sebagai pegawai yang punya segudang pengalaman, Jufri dikenal sebagai pembawa solusi yang tepat, efisien dan tak kaku namun sesuai dengan aturan yang ada.
Perjalanan pendidikannya yang kokoh serta kiprahnya dalam birokrasi menjadikannya salah satu figur penting dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Sebagai Sekprov Sulsel, ia memegang peran sentral dalam mengkoordinasikan kebijakan pembangunan, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan menjembatani visi kepemimpinan daerah dengan implementasi program di lapangan. (iz)






